Menurut Rudy, upaya menjaga Sungai Cileungsi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan limbah. Dunia usaha juga diharapkan turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan lingkungan di sepanjang kawasan sungai.
Ia ingin hubungan pemerintah dengan dunia usaha dalam persoalan lingkungan berkembang menjadi kemitraan yang saling mendukung.
Rudy bahkan membuka ruang komunikasi secara langsung dengan perusahaan untuk membahas berbagai persoalan dan solusi yang dapat dilakukan.
“Jadikan kita keluarga, jadi saudara. Kami berharap Bapak/Ibu sekalian Oktober, November, Desember undang saya kapan pun, jam berapa pun saya akan hadir. Supaya kita bisa memberikan solusi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga akan melakukan pembenahan dari sisi pemerintah, termasuk terhadap infrastruktur penunjang kawasan dan pengelolaan lingkungan.
Rudy menilai upaya menjaga Sungai Cileungsi merupakan kepentingan bersama karena keberadaan sungai tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan air baku di wilayah Jabodetabek.
“Lebih baik kita yang tinggal di Bogor, yang berusaha di Bogor, yang mencari rezekinya di Bogor, dibenahi Bogornya bareng-bareng,” pungkasnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengendalian pencemaran sekaligus mendorong pemulihan kualitas lingkungan Sungai Cileungsi secara berkelanjutan.