• Kamis, 8 Oktober 2026

Bukan Sekadar Penindakan, Bupati Bogor Dorong Kolaborasi 27 Perusahaan Jaga Sungai Cileungsi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 30 September 2026 | 16:13 WIB
Bukan Sekadar Penindakan, Bupati Bogor Dorong Kolaborasi 27 Perusahaan Jaga Sungai Cileungsi
Bukan Sekadar Penindakan, Bupati Bogor Dorong Kolaborasi 27 Perusahaan Jaga Sungai Cileungsi

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak 27 perusahaan yang berada di sekitar kawasan Sungai Cileungsi untuk memperkuat kolaborasi dalam pembenahan pengelolaan lingkungan, khususnya mencegah pencemaran sungai.

Rudy menegaskan, persoalan pencemaran Sungai Cileungsi tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan penindakan. Pemerintah daerah dan dunia usaha perlu membangun komunikasi serta mencari solusi secara bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Rudy saat bertemu dengan perwakilan perusahaan dalam pembahasan penanganan dan pengendalian pencemaran air Sungai Cileungsi di Guest House Indocement, Citeureup, Rabu (30/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rudy mengusulkan agar 27 perusahaan yang berada di kawasan Sungai Cileungsi memiliki satu koordinator yang dapat menjadi penghubung dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Koordinator tersebut dapat berasal dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) maupun forum yang dibentuk dan disepakati bersama oleh perusahaan.

“Kalau di sini hadir 27 perusahaan, maka kami berharap ada satu koordinator yang disiapkan supaya bisa berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Apakah dari APINDO atau dari forum tersendiri, silakan disepakati,” ujar Rudy.

Menurutnya, keberadaan koordinator akan memudahkan komunikasi sekaligus membantu pemerintah melakukan inventarisasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, termasuk dalam aspek pengelolaan lingkungan.

Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan inventarisasi terhadap sejumlah perusahaan di kawasan tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat perusahaan yang perlu melakukan pembenahan dalam pengelolaan lingkungan maupun kelengkapan perizinan.

Rudy menyebut, pemerintah daerah juga menemukan sejumlah persoalan di lapangan, termasuk keberadaan beberapa pipa yang menjadi bagian dari pembahasan pengelolaan lingkungan.

Namun, pemerintah memilih membuka ruang dialog terlebih dahulu karena melihat adanya iktikad baik dari perusahaan untuk melakukan pembenahan.

“Saya melihat secara langsung beberapa pipa yang tadi diceritakan. Tetapi hal ini belum kami sampaikan kepada pimpinan-pimpinan yang lain karena kami melihat perusahaan-perusahaan ini punya iktikad baik, punya semangat yang sama, hanya melangkahnya harus mulai dari mana,” katanya.

Rudy menegaskan, Pemkab Bogor siap mendampingi perusahaan untuk mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga meminta perusahaan terbuka mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan sehingga langkah pembenahan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kalau ada yang belum sesuai, ayo dibenahi bareng-bareng. Lebih baik kita membenahi daripada kita hanya terlihat baik di hadapan media tapi enggak memberikan solusi apa pun,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

Terpopuler

X