Di sisi lain, Kepala Desa Bendungan Hj. Nemi menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan tahapan penting dalam menentukan arah pembangunan Desa Bendungan untuk Tahun Anggaran 2027.
Ia berharap seluruh aspirasi yang muncul dalam forum tersebut dapat dibahas secara objektif dengan mempertimbangkan kebutuhan, urgensi, kemampuan anggaran serta skala prioritas pembangunan.
“Musrenbangdes ini menjadi ruang bagi kita untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kami berharap setiap usulan dapat dibahas berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas, sehingga pembangunan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hj. Nemi.
Hj. Nemi juga menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah desa, lembaga desa, kader, pemuda, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan pengawasan.
Musrenbangdes Desa Bendungan menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan tahun 2027 tidak hanya berfokus pada infrastruktur.
Aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, pencegahan stunting, pelayanan dasar serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian turut menjadi bagian dari arah pembahasan.
Dengan mengedepankan prinsip partisipatif, transparan dan berbasis prioritas, Pemdes Bendungan berharap RKPDes Tahun 2027 yang dihasilkan mampu menjadi pijakan pembangunan yang lebih terarah, efektif dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian Musrenbangdes Desa Bendungan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun 2027 berlangsung lancar.
Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi dasar dalam mewujudkan pembangunan desa yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.