• Jumat, 9 Oktober 2026

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 21 September 2026 | 08:18 WIB
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

2. Bank of Japan Naikkan Suku Bunga

Bank of Japan (BOJ), menurut bahan yang dihimpun, menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dari 1% menjadi 1,25% pada Jumat (18/9/2026).

Keputusan tersebut disebut disetujui melalui pemungutan suara 7-2. Dua anggota dewan memilih mempertahankan suku bunga.

BOJ menilai tekanan harga di Jepang semakin meluas. Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyampaikan bahwa inflasi dasar semakin mendekati target 2%.

Meski suku bunga naik, yen dilaporkan melemah terhadap dolar AS. Dolar menguat 0,5% ke posisi 156,725 yen dan sempat menyentuh 158,05 yen.

Pasar akan mencermati komunikasi BOJ mengenai arah kebijakan selanjutnya serta dampaknya terhadap pergerakan yen dan pasar keuangan global.

3. China Pertahankan Loan Prime Rate

Bank sentral China atau People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman atau Loan Prime Rate (LPR) pada Minggu (20/9/2026).

LPR tenor satu tahun tetap di level 3%, sedangkan tenor lima tahun bertahan di 3,5%. Kedua suku bunga tersebut disebut tidak berubah selama 16 bulan berturut-turut.

LPR satu tahun menjadi acuan bagi sebagian besar pinjaman rumah tangga dan perusahaan. Sementara itu, LPR lima tahun umumnya digunakan sebagai acuan pinjaman perumahan.

Keputusan tersebut berlangsung di tengah perlambatan pertumbuhan kredit dan tekanan pada sektor properti serta pemerintah daerah China.

Pasar akan mencermati perkembangan ekonomi China dan kemungkinan perubahan kebijakan moneter apabila pertumbuhan ekonomi melemah lebih dalam.

4. Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa–Rabu (22–23/9/2026). Keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan pada Rabu.

Berdasarkan konsensus pasar dalam bahan yang dihimpun, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap masing-masing di level 4,75% dan 6,5%.

Keputusan RDG akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait upaya menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pada RDG Agustus, BI menyatakan kebijakannya diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak global, mempertahankan sasaran inflasi 2,5% ± 1% pada 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga melanjutkan kebijakan insentif untuk mendorong aliran modal, meningkatkan likuiditas, memperdalam pasar uang dan valuta asing, serta mendukung pembiayaan sektor riil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X