• Jumat, 9 Oktober 2026

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 21 September 2026 | 08:18 WIB
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

Wall Street Ditutup Beragam

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menutup perdagangan Jumat dengan pergerakan beragam. Pelaku pasar mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, tingginya harga minyak, serta arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Dow Jones Industrial Average turun 95,40 poin atau 0,18% ke posisi 51.682,64. Sebaliknya, S&P 500 menguat 0,17% menjadi 7.650,50, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,39% ke level 26.522,55.

Kenaikan yield US Treasury menjadi salah satu perhatian investor. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dilaporkan kembali bergerak di atas 5% pada Jumat dan terakhir naik hampir 6 basis poin ke posisi 5,006%.

Harga minyak juga masih menjadi perhatian. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,58% menjadi US$100,30 per barel, sedangkan Brent melemah 0,91% ke US$103,87 per barel.

Secara mingguan, Dow Jones melemah 1,7% dan mencatatkan penurunan selama tiga pekan berturut-turut. S&P 500 terkoreksi sekitar 0,1%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,7%.

Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan The Fed yang, berdasarkan bahan yang dihimpun, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Keputusan tersebut disebut menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.

The Fed juga memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan. Perkembangan ini sempat menekan ketiga indeks utama Wall Street sebelum pasar kembali menguat pada perdagangan Kamis, terutama ditopang saham-saham teknologi.

Kepala Investasi Certuity, Scott Welch, mengatakan keputusan The Fed mengurangi sebagian ketidakpastian pasar. Namun, ia menilai kebijakan suku bunga masih berpotensi menjadi tekanan bagi pasar saham dalam beberapa bulan mendatang.

Welch memperkirakan pasar bergerak secara bertahap hingga akhir tahun, di tengah potensi kenaikan yield US Treasury dan harga minyak yang masih tinggi.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tetap menjadi perhatian investor karena dinilai berpotensi menopang laba perusahaan.

Enam Sentimen Pasar Keuangan Pekan Ini

Pergerakan pasar keuangan pada pekan ini diperkirakan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, keputusan bank sentral, serta rilis sejumlah data ekonomi dari dalam dan luar negeri.

1. Ketegangan Houthi dan Arab Saudi

Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu sentimen yang dicermati pasar. Dalam bahan yang dihimpun, kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai area sensitif di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (19/9/2026).

Arab Saudi menyatakan upaya serangan menggunakan rudal balistik berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Houthi juga mengaku menyerang fasilitas milik Saudi Aramco di Yanbu. Kelompok tersebut menyebut operasi dilakukan sebagai balasan atas serangan di Sanaa, Yaman.

Ketegangan di kawasan tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia. Perkembangan lebih lanjut tetap perlu dicermati untuk mengetahui dampaknya terhadap pasar komoditas dan inflasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X