• Jumat, 9 Oktober 2026

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 21 September 2026 | 08:18 WIB
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis: 6 Sentimen Pasar Pekan Ini

JAKARTA, MAHATVA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menutup perdagangan pekan lalu dengan pergerakan berbeda. IHSG berakhir di zona merah, sedangkan rupiah mencatatkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski masih melemah secara mingguan.

Memasuki perdagangan Senin (21/9/2026), pasar keuangan Indonesia akan mencermati sejumlah sentimen global dan domestik, mulai dari perkembangan konflik di Timur Tengah, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga rilis data ekonomi.

Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33% ke level 6.441.

Indeks dibuka pada posisi 6.512,57 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.521,02. Namun, tekanan jual membawa IHSG turun hingga menyentuh level terendah harian 6.419,50.

IHSG Tertekan, Saham Konsumer Jadi Pemberat

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 464 saham melemah, 212 saham menguat, dan 287 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 31,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,24 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,92 juta kali.

Aktivitas pasar reguler mendominasi perdagangan dengan volume 291,76 juta lot dan nilai transaksi Rp17,3 triliun. Sementara itu, nilai transaksi di pasar negosiasi mencapai Rp1,95 triliun.

Berdasarkan data Refinitiv, sektor barang konsumer primer menjadi penekan terbesar IHSG setelah turun 1,27%. Pelemahan juga terjadi pada sektor properti sebesar 1,20% dan kesehatan sebesar 1,18%.

Sejumlah saham yang menjadi pemberat indeks antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Di sisi lain, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membantu menahan koreksi IHSG lebih dalam.

Rupiah Menguat Tipis, tetapi Masih Melemah Sepekan

Dari pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,03% ke posisi Rp17.730 per dolar AS pada Jumat. Penguatan tersebut membalikkan pelemahan 0,34% pada perdagangan Kamis, ketika rupiah berada di level Rp17.735 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan Jumat, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700–Rp17.755 per dolar AS. Mata uang Garuda sempat menguat hingga Rp17.700 sebelum kehilangan sebagian penguatannya menjelang penutupan.

Meski mencatatkan penguatan harian, rupiah masih melemah 0,82% sepanjang pekan lalu.

Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bergerak datar di level 7,157% pada perdagangan Jumat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X