Namun, mandatori tidak menciptakan feedstock dengan sendirinya.
Setiap target blending harus memiliki neraca bahan baku yang terhubung dengan kapasitas FGE. Kapasitas tersebut harus memiliki keekonomian. Keekonomian membutuhkan harga dan offtake. Produk yang telah diproduksi membutuhkan storage, transportasi dan fasilitas blending.
Roadmap pemerintah sebenarnya telah memasukkan mata rantai tersebut.
Materi Marcia Tamba menunjukkan roadmap integrasi hulu-hilir mencakup areal tebu, produktivitas, rendemen, pabrik gula, produksi gula, produksi tetes, kebutuhan tetes untuk FGE, pembangunan pabrik FGE, mandatori serta infrastruktur E5–E20.
Tantangannya adalah menjadikan roadmap tersebut sebagai sistem pengendalian supply, bukan sekadar daftar program.
Salah satu mekanisme yang dapat digunakan adalah supply readiness gate, yaitu pemeriksaan kesiapan pasokan sebelum target blending dinaikkan atau wilayah penerapan diperluas.
E5 dapat diperluas apabila feedstock, kapasitas FGE, harga, offtake dan infrastruktur telah memenuhi batas minimum yang ditetapkan.
Pendekatan tersebut dapat memberikan kepastian kepada investor sekaligus menjaga disiplin kebijakan.
Jika kapasitas FGE kurang, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan investasi. Jika feedstock kurang, pemerintah dapat menentukan komoditas dan kawasan yang harus dikembangkan.
Jika harga terlalu tinggi, pemerintah dapat mengidentifikasi komponen biaya yang perlu diperbaiki. Jika offtake belum pasti, mekanisme pembelian dapat diperkuat. Jika infrastruktur tertinggal, perluasan mandatori dapat disesuaikan dengan kesiapan distribusi.
Dengan mekanisme tersebut, target blending tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi hasil dari kesiapan rantai pasok.
E5 Menjadi Ujian Pertama Indonesia
Indonesia tidak harus mengukur keberhasilan pengembangan bioethanol hanya dari seberapa cepat E20 tercapai.
Fase pertama yang perlu diselesaikan adalah memastikan apakah E5 dapat berjalan dengan pasokan yang cukup, harga yang dapat dipertanggungjawabkan dan rantai logistik yang berfungsi.
Jika E5 berjalan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk memperluas wilayah dan meningkatkan blending.
Sebaliknya, jika muncul bottleneck, fase E5 memberikan ruang untuk memperbaikinya sebelum kebutuhan meningkat ke skala E10 dan E20.