Menurutnya, keberagaman budaya Tanimbar merupakan bagian dari kekayaan kebudayaan Indonesia yang perlu terus diperkenalkan dan diwariskan.
Karena itu, ia mendorong agar seni tari dan musik tradisional tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.
“Mari jadikan seni tari dan musik tradisional sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah yang berkelanjutan,” ajaknya.
Festival Budaya Teluk Saumlaki diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Tanimbar sekaligus membuka ruang promosi potensi daerah kepada masyarakat nasional dan dunia.
Dengan melibatkan 10 kecamatan serta berbagai sanggar seni, festival ini juga memperlihatkan bahwa keberagaman budaya Tanimbar memiliki ruang untuk terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, Festival Budaya Teluk Saumlaki Hidupkan Warisan Leluhur dan Buka Peluang Ekonomi Kreatif Tanimbar masih berlangsung meriah di Lapangan Tugu Soekarno.