• Kamis, 8 Oktober 2026

Video Dugaan Pemukulan Petugas Parkir di Klapanunggal Viral, Danramil Sebut Sudah Dilaporkan ke Denpom AL

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:08 WIB
Video Dugaan Pemukulan Petugas Parkir di Klapanunggal Viral, Danramil Sebut Sudah Dilaporkan ke Denpom AL
Video Dugaan Pemukulan Petugas Parkir di Klapanunggal Viral, Danramil Sebut Sudah Dilaporkan ke Denpom AL

BOGOR, MAHATVA.ID – Sebuah video yang merekam dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang petugas parkir di kawasan Ruko Grand Kahuripan, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian warga.

Peristiwa yang terekam dalam video tersebut disebut terjadi pada Jumat (2/10/2026). Namun, hingga kini pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi dan kejadian sebenarnya.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengenakan seragam yang disebut sebagai seragam TNI terlibat adu mulut dengan sejumlah warga di sekitar sebuah toko roti atau kue di kawasan ruko tersebut.

Dalam rekaman suara, terdengar seorang perempuan berupaya mencegah terjadinya kekerasan dan meminta pihak yang terlibat menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Jangan mukul, Pak! ... jangan emosi,” ujar perempuan tersebut dalam rekaman video.

Pria berseragam tersebut kemudian terdengar memberikan penjelasan terkait persoalan yang melibatkan petugas parkir. Ia menyebut persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Ini udah tiga minggu yang lalu, udah dua bulan yang lalu! Kamu boleh jaga di sini, tapi diajak ngomong kok kayak gini-gini,” ucap pria tersebut dalam rekaman.

Berdasarkan narasi yang menyertai video, peristiwa tersebut disebut sebagai dugaan pemukulan terhadap seorang petugas parkir yang merupakan warga Desa Klapanunggal.

Dalam bagian lain video, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin terlihat menemui sejumlah pemuda yang disebut sebagai korban atau pihak yang berada di lokasi kejadian.

Ade kemudian menanyakan kondisi mereka sekaligus menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap dugaan tindakan kekerasan yang dialami warga.

“Aing teu terima aing warga aing digebugan kieu mah!” ujar Ade dalam bahasa Sunda.

Ade juga mempertanyakan persoalan yang disebut berkaitan dengan aktivitas parkir dan uang parkir sebesar Rp2.000.

“Duit 2.000, 2.000 ku batang tubuh tentara?” ucapnya dalam rekaman.

Pada bagian lainnya, Ade menyebut para pemuda tersebut sehari-hari bekerja sebagai petugas parkir di kawasan ruko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X