Keberhasilan kerja sama tersebut pada akhirnya bergantung pada kemampuan para pihak mengubah pengalaman riset dan proyek percontohan menjadi sistem pasokan yang dapat berjalan secara komersial.
Petani membutuhkan kepastian pendapatan, PLN EPI membutuhkan kontinuitas pasokan, sementara lembaga riset membutuhkan mekanisme penerapan hasil penelitian yang terukur.
Ketiga kepentingan tersebut dapat dipertemukan melalui kerja sama yang memiliki kejelasan teknis, kelayakan ekonomi, target, jadwal, pembagian tanggung jawab, serta evaluasi berkala.
Penjajakan ASPEBINDO dengan SBRC IPB menjadi salah satu upaya untuk mendorong proses tersebut.
Agenda berikutnya adalah memastikan adanya tindak lanjut yang dapat diukur sehingga tanaman yang telah dibudidayakan petani memiliki peluang masuk ke dalam rantai pasok pembangkit.
Percepatan kemitraan menjadi penting untuk memastikan pengembangan biomassa dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan energi sekaligus membuka kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.