Piala Juara II Umum yang dibawa pulang kontingen Kempo adalah prestasi yang patut dicatat.
Tetapi di balik piala tersebut terdapat latihan, keringat atlet, kerja pelatih, dukungan keluarga dan pengorbanan banyak pihak.
Karena itu, pemerintah daerah tidak cukup hanya bangga ketika nama Tanimbar disebut sebagai peraih prestasi.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang dilakukan pemerintah sebelum atlet bertanding, ketika mereka berjuang, dan setelah mereka kembali membawa prestasi?
Jika pembinaan olahraga ingin menghasilkan lebih banyak juara, maka perhatian tidak boleh berhenti pada medali.
Harus ada sistem.
Harus ada pendampingan.
Harus ada keberpihakan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dan harus ada kehadiran pemerintah yang dirasakan atlet, bukan hanya terlihat dalam seremoni.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum memberikan penjelasan kepada MAHATVA.ID terkait dukungan pemerintah terhadap kontingen Kempo, pembiayaan keberangkatan dan kepulangan atlet, serta mekanisme apresiasi atas prestasi Juara II Umum tersebut.
MAHATVA.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Dispora Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara utuh kepada publik.