• Kamis, 8 Oktober 2026

Panen Semangka Inul, Rudy Susmanto Dorong Lahan Bomang Jadi Sumber Ekonomi Warga

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 25 September 2026 | 18:51 WIB
Panen Semangka Inul, Rudy Susmanto Dorong Lahan Bomang Jadi Sumber Ekonomi Warga
Panen Semangka Inul, Rudy Susmanto Dorong Lahan Bomang Jadi Sumber Ekonomi Warga

BOGOR, MAHATVA.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong pemanfaatan lahan di sepanjang koridor Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Langkah tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan integrated farming yang memanfaatkan lahan di kawasan Bomang. Salah satu hasilnya terlihat dari panen semangka inul yang dilakukan kelompok tani, Jumat (25/9/2026).

Saat memantau langsung pembangunan Jalan Bomang dan kegiatan integrated farming, Rudy turut mencicipi semangka inul hasil panen kelompok tani yang memanfaatkan lahan di kawasan tersebut.

Rudy mengatakan, pemanfaatan lahan merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan masyarakat sekitar. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan di sejumlah titik menjadi lokasi pembuangan sampah, kini mulai dibersihkan dan dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.

“Selama beberapa tahun ke depan, daripada menjadi lahan tidur, lalu beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di tempat tersebut, pemerintah juga melakukan pembersihan berulang-ulang. Hari ini kita lakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar membentuk kelompok tani,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, masyarakat dapat memanfaatkan lahan tersebut melalui mekanisme kerja sama yang telah diatur pemerintah dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menegaskan, aset Pemerintah Kabupaten Bogor harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, selama lahan belum digunakan sesuai peruntukannya, pemanfaatan secara produktif bersama masyarakat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan.

“Lahan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah milik masyarakat Kabupaten Bogor, milik negara yang sumbernya juga dari masyarakat, hanya dikelola negara. Maka negara pun mempersiapkan peruntukannya sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Rudy menambahkan, hasil panen dari lahan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar. Pemerintah desa juga dilibatkan untuk memberikan arahan sekaligus mendukung pengelolaan kegiatan pertanian.

“Hasil panennya sepenuhnya boleh kelompok-kelompok tani yang ada. Kepala desa juga ikut mengarahkan bersama-sama bahwa hasil panennya itu menjadi income buat kelompok-kelompok tani, menjadi income buat masyarakat sekitar,” katanya.

Rudy mengatakan, kegiatan pertanian di kawasan Bomang saat ini masih dalam tahap uji coba. Namun, seiring meningkatnya intensitas hujan dan ketersediaan air di Kabupaten Bogor, pengembangan integrated farming akan terus dioptimalkan.

“Kemarin baru uji coba. Pada saat intensitas hujan sudah mulai turun di Kabupaten Bogor, kita akan lakukan optimalisasi. Delapan kilometer panjang jalan ini kita optimalkan untuk integrated farming,” ungkapnya.

Selain memberikan nilai ekonomi, menurut Rudy, pemanfaatan lahan untuk pertanian juga memberikan manfaat terhadap lingkungan.

Lahan yang sebelumnya dipenuhi semak-semak dan menjadi lokasi pembuangan sampah secara bertahap dibersihkan, kemudian dialihkan menjadi lahan produktif yang dikelola masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

Terpopuler

X