• Kamis, 8 Oktober 2026

Angkat Isu Sampah, “Nilai yang Tersisa” dari Ciawi Juara 1 FFKB Series 2 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 24 September 2026 | 15:12 WIB
Angkat Isu Sampah, “Nilai yang Tersisa” dari Ciawi Juara 1 FFKB Series 2 2026
Angkat Isu Sampah, “Nilai yang Tersisa” dari Ciawi Juara 1 FFKB Series 2 2026

Ciawi Raih Juara Pertama

Dalam penganugerahan FFKB Series 2 Tahun 2026, film “Nilai yang Tersisa” dari Kecamatan Ciawi berhasil meraih Juara 1.

Film tersebut mengangkat isu pengelolaan sampah dan dinilai layak mendapatkan apresiasi karena membawa persoalan lingkungan tersebut ke dalam karya film.

Posisi kedua diraih Kecamatan Cibinong melalui film “Patik”, sedangkan Kecamatan Cisarua meraih Juara 3 melalui film “Halimun Kandel Tina Atikan”.

Untuk kategori individu, sejumlah penghargaan juga diberikan, di antaranya:

  • Sutradara Terbaik: Aditya Nugraha – Kecamatan Cisarua
  • Cerita Terbaik: Melissa Erjani – Kecamatan Tajur Halang
  • Aktor Terbaik: Rizky Aditya Maulidin – Kecamatan Citeureup

Panitia menyampaikan bahwa daftar lengkap 12 kategori penghargaan, termasuk sutradara, aktor, aktris, pemeran pembantu pria dan wanita, kameramen, editor, penata artistik, serta cerita terbaik, akan dirilis lebih lanjut.

Dari Kabupaten Bogor untuk Perfilman Nasional

TB. Ule Sulaeman mengatakan perjalanan FFKB tahun kedua tidak mudah. Namun, melalui gotong royong dan dukungan berbagai pihak, penganugerahan akhirnya dapat terlaksana.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor yang telah memberikan ruang, fasilitas, dan dukungan terhadap perkembangan perfilman Kabupaten Bogor.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya Irini, yang turut membantu hingga acara penganugerahan dapat terselenggara.

“Mudah-mudahan di tahun depan kita masih bisa berkolaborasi kembali untuk terciptanya kreativitas sineas Indonesia pada umumnya, dan sineas Kabupaten Bogor pada khususnya.”

Menurutnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam festival tersebut.

“Juara bukan tujuan utama karena sesungguhnya semua sudah menjadi juara, telah ikut serta membangun perfilman Kabupaten Bogor melalui Festival Film Kabupaten Bogor.”

Panggung Kreativitas Sineas Daerah

Rangkaian acara puncak FFKB Series 2 2026 dibuka dengan penampilan Solomon Band Parungpanjang, dilanjutkan pemutaran film nominasi dan pertunjukan tari tradisional Sanggar Putri Galuh dari Ciomas.

Melalui FFKB, Kabupaten Bogor diarahkan untuk membangun ekosistem perfilman yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan potensi ekonomi para sineas daerah.

Visi “Satu Kecamatan Satu Film” menjadi gagasan besar yang diusung panitia untuk mendorong setiap kecamatan memiliki ruang produksi dan pengembangan karya film.

Dengan demikian, FFKB diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari perjalanan panjang perfilman Kabupaten Bogor menuju lahirnya karya-karya yang dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

Terpopuler

X