• Jumat, 9 Oktober 2026

Natuna D-Alpha Akhirnya Punya Pengelola, Djoko Siswanto Soroti Percepatan Hulu Migas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 20 September 2026 | 13:12 WIB
Natuna D-Alpha Akhirnya Punya Pengelola, Djoko Siswanto Soroti Percepatan Hulu Migas
Natuna D-Alpha Akhirnya Punya Pengelola, Djoko Siswanto Soroti Percepatan Hulu Migas

JAKARTA, MAHATVA.ID – Wilayah Kerja (WK) Migas Natuna D-Alpha memasuki babak baru setelah pemerintah menetapkan PT Nations Petroleum sebagai pemenang lelang pengelolaan wilayah kerja tersebut.

Penetapan itu dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026.

Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian ESDM, PT Nations Petroleum mendapatkan Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti tiga tahun pertama senilai US$103,309 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$200 ribu. Komitmen tersebut antara lain mencakup studi geologi dan geofisika, akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, serta sejumlah kegiatan engineering dan studi CO2.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyambut pengelolaan baru tersebut. Menurut dia, keberadaan pengelola yang telah memiliki komitmen kegiatan pengeboran menjadi perkembangan penting bagi upaya mengembangkan potensi migas Natuna.

“Alhamdulilah akhirnya Blok Migas Natuna D-Alpha ada pengelolanya dan berkomitmen untuk melakukan pemboran,” ujar Djoko Siswanto.

Djoko menyebut Natuna D-Alpha telah lama menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi migas besar. Ia berharap pengembangan lapangan dapat segera berjalan, termasuk rencana pengembangan lapangan minyak terlebih dahulu.

“Blok migas ini terdiri dari dua lapangan, lapangan gas dan lapangan minyak. Mohon doa, Insya Allah akan dikembangkan lapangan minyaknya terdahulu,” katanya.

Natuna D-Alpha Masuk Tahap Baru

Secara historis, kawasan Natuna D-Alpha telah lama menjadi perhatian dalam pengembangan sumber daya migas Indonesia. Sejumlah laporan menyebut wilayah tersebut memiliki potensi gas yang sangat besar, tetapi tingginya kandungan CO2 menjadi salah satu tantangan teknis dalam pengembangannya.

Dalam lelang 2026, pemerintah memberikan komitmen kegiatan yang tidak hanya mencakup eksplorasi, tetapi juga berbagai studi dan persiapan pengembangan, termasuk kajian terintegrasi CO2 serta desain dan engineering.

Djoko juga menyampaikan adanya minat dan komitmen dari sejumlah perusahaan migas internasional untuk melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah kerja lainnya.

Ia menyebut Sinopec sebagai salah satu perusahaan yang berkomitmen melakukan pengeboran sumur eksplorasi. Dalam pengumuman resmi pemerintah, Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited ditetapkan sebagai pemenang WK Bengara II dengan komitmen pasti US$16,5 juta dan kewajiban satu sumur eksplorasi.

Selain itu, Eni Indonesia Limited memenangkan WK Sapukala dengan komitmen pasti US$8 juta, sedangkan Cinda Energy (Hong Kong) Limited memenangkan WK Rupat dengan komitmen pasti US$2,95 juta.

Secara keseluruhan, enam WK migas yang dilelang pada tahap pertama 2026 memiliki total komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$141,512 juta, dengan total bonus tanda tangan US$1,6 juta.

Djoko Paparkan Sejumlah Persoalan Hulu Migas

Dalam pernyataannya, Djoko juga menyoroti sejumlah persoalan hulu migas yang menurut dia telah mengalami perkembangan atau penyelesaian selama sekitar dua tahun kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X