• Jumat, 9 Oktober 2026

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Sirod: Investasi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Menuju 8 Persen

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 15 September 2026 | 16:48 WIB
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Sirod: Investasi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Menuju 8 Persen
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Sirod: Investasi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Menuju 8 Persen

Kemampuan berkomunikasi dengan publik tetap penting. Namun, ia mengingatkan bahwa pernyataan Menteri Keuangan memiliki sensitivitas tinggi karena dapat berkaitan langsung dengan persepsi pasar dan kepercayaan investor.

“Menteri Keuangan itu pembantu Presiden dan bendahara negara. Jadi harus tegak lurus dengan keinginan dan harapan Presiden serta bisa padu dengan tim pemerintah lainnya,” kata Sirod.

Ia berharap gaya kepemimpinan Suahasil yang dinilai lebih tenang serta latar belakang teknokratiknya dapat memperkuat kepercayaan pasar dan membantu pemerintah menjalankan agenda ekonomi secara lebih terkoordinasi.

Suahasil setelah dilantik pada 14 September 2026 menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN mendukung program prioritas pemerintah.

Ia juga menegaskan defisit tetap dijaga di bawah 3 persen dan komunikasi publik menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas pengelolaan APBN.

Bagi Sirod, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga fondasi fiskal, tetapi bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dan menuju 8 persen pada 2029.

“Target Pak Prabowo cukup besar, 8 persen. Untuk menuju ke sana kita butuh penggerak ekonomi, yaitu investasi,” katanya.

Menurut Sirod, realisasi investasi yang mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I-2026 dan menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja menjadi modal awal yang perlu terus diperbesar.

Ia berharap sektor investasi dapat menjadi salah satu penggerak utama untuk memperluas kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Sirod juga mendukung gagasan pemerintah mengenai dua mesin pertumbuhan ekonomi, yakni BUMN dan sektor swasta.

“Yang kita harapkan, dua mesin besar ini jalan. BUMN jalan, swasta juga jalan. Kalau dua-duanya bergerak, saya kira pertumbuhan ekonomi akan lebih kuat,” ujarnya.

Menurutnya, sektor swasta perlu kembali memperoleh ruang untuk berinvestasi, melakukan ekspansi, dan menciptakan lapangan kerja melalui industrialisasi.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka makro, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja terdidik.

Sirod turut mendukung agenda efisiensi pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi harus diarahkan pada perbaikan struktur dan kualitas belanja, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X