• Sabtu, 10 Oktober 2026

Banjir Bandang Hentikan Produksi hingga Nol Barel, PEP Rantau Field Bangkit Kurang dari 6 Bulan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 10 September 2026 | 15:16 WIB
Banjir Bandang Hentikan Produksi hingga Nol Barel, PEP Rantau Field Bangkit Kurang dari 6 Bulan
Banjir Bandang Hentikan Produksi hingga Nol Barel, PEP Rantau Field Bangkit Kurang dari 6 Bulan

ACEH TAMIANG, MAHATVA.ID – Banjir bandang setinggi 4,5 meter yang menerjang wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field pada November 2025 sempat membuat seluruh kegiatan produksi minyak terhenti. Produksi bahkan jatuh hingga nol barel per hari.

Namun, melalui pemulihan bertahap dan dukungan lintas wilayah operasi Pertamina, seluruh sumur PEP Rantau Field berhasil kembali beroperasi dalam waktu kurang dari enam bulan. Produksi yang sempat mencapai sekitar 2.000 barel per hari kini telah stabil di kisaran 1.700 barel per hari.

PEP Rantau Field merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1. Wilayah kerjanya berada di Aceh Tamiang, dengan sebagian besar area operasi berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Banjir 4,5 Meter Lumpuhkan Operasional

Banjir bandang terjadi pada Kamis, 26 November 2025, setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 22 November 2025.

Air dengan cepat meninggi hingga mencapai sekitar 4,5 meter dan merendam wilayah kerja PEP Rantau Field. Lebih dari 2.050 orang harus dievakuasi ke tiga lokasi yang lebih tinggi, yakni masjid, gedung arsip, dan gedung tempat uji kompetensi.

Kondisi semakin sulit setelah dua akses utama menuju wilayah operasi terputus. Salah satu jembatan terendam hingga permukaannya, sementara akses lainnya tertutup longsor.

Di tengah kondisi tersebut, persediaan makanan semakin menipis. Listrik dan air bersih juga terhenti.

Dampak paling besar dirasakan pada kegiatan produksi. Seluruh aktivitas produksi minyak berhenti dan produksi sempat berada di angka nol barel per hari.

Dalam kondisi darurat, Pertamina mengirimkan helikopter untuk membawa makanan sekaligus membantu mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis mendesak, termasuk ibu hamil dan pasien stroke.

Empat Tahap Pemulihan

Setelah air mulai surut, tantangan belum berakhir. Lumpur masih menutup jalan dan berbagai fasilitas. Pembangkit listrik serta instalasi air bersih juga belum dapat difungsikan.

Field Manager PEP Rantau Field Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan arahan Pertamina pusat.

Menurut Tomi, terdapat empat tahapan pemulihan yang dijalankan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, reaktivasi fasilitas dan sumur, pemulihan produksi secara penuh, hingga penguatan ketahanan infrastruktur untuk jangka panjang.

Tahap pertama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, kesehatan, dan listrik.

Setelah kondisi memungkinkan, tim kemudian bergerak mengaktifkan kembali fasilitas serta sumur-sumur produksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X