Selain itu, remaja didorong memanfaatkan fitur pengaturan privasi dan perlindungan yang disediakan platform digital untuk mengendalikan siapa yang dapat melihat maupun berinteraksi dengan konten mereka.
Menurut Dheni, media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengejar popularitas, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun pengaruh positif.
Ia turut mengapresiasi aktivitas positif yang membuat generasi muda lebih aktif di luar gawai, termasuk kegiatan olahraga seperti joging.
Kolaborasi DP3AP2KB dan Diskominfo melalui program Bengkel Hati Remaja diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu mendekatkan berbagai generasi dalam memahami tantangan kehidupan digital.
Tidak hanya remaja yang perlu memahami teknologi, tetapi orang tua juga perlu mengikuti perkembangan ruang digital agar mampu memberikan perlindungan dan pendampingan yang tepat.
Melalui dialog yang disiarkan langsung melalui Radio Teman 95,3 FM, Pemkab Bogor terus mendorong terbentuknya generasi muda yang cakap digital, kritis dalam menerima informasi, mampu menjaga privasi, serta bijak dalam berinteraksi di ruang digital.
Pada akhirnya, keamanan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab anak atau remaja. Keluarga, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat memiliki peran bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.