• Sabtu, 10 Oktober 2026

AS Serang Pulau Larak Iran, Konflik Ancam Selat Hormuz dan Harga Minyak

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 2 September 2026 | 07:46 WIB
AS Serang Pulau Larak Iran, Konflik Ancam Selat Hormuz dan Harga Minyak
AS Serang Pulau Larak Iran, Konflik Ancam Selat Hormuz dan Harga Minyak

Menurutnya, Iran memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuatan fisik yang terbatas tetapi menciptakan dampak ekonomi dan keamanan yang jauh lebih besar.

Risiko terhadap jalur perdagangan internasional juga menjadi perhatian utama dalam eskalasi konflik terbaru.

Analis lain dari Center for Strategic & International Studies, Michael Ratney, menilai meningkatnya keterlibatan kelompok Houthi dapat memperluas ancaman terhadap dua jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Kelompok Houthi merupakan sekutu Iran di Yaman dan kembali terlibat dalam dinamika konflik kawasan.

Menurut Ratney, Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb berpotensi menjadi rentan terhadap tekanan dari Iran maupun kelompok mitranya.

Kedua jalur laut tersebut memiliki peran vital bagi perdagangan global, khususnya pengiriman minyak dan energi.

Sementara itu, Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, menilai serangan terbaru Amerika Serikat berpotensi mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Sekitar 7 juta barel minyak per hari masih dikirim melalui jalur tersebut pada pekan sebelumnya.

Namun, eskalasi konflik antara AS dan Iran diperkirakan dapat memperlambat pemulihan aktivitas pelayaran.

“Diperkirakan arus pengiriman dalam beberapa hari ke depan mungkin akan menurun, sehingga kenaikan harga hampir pasti akan terjadi,” ujarnya.

Gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak langsung terhadap harga minyak dunia. Jalur tersebut merupakan salah satu koridor perdagangan energi paling penting secara global.

Apabila kapal tanker memilih menunda perjalanan atau mengubah rute, biaya pengiriman dan asuransi dapat meningkat.

Di tengah eskalasi konflik, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan langkah ekstrem yang dapat diambil Washington jika tujuan politik dan militernya terhadap Iran tidak tercapai.

Mantan penasihat antiterorisme Presiden AS, Joe Kent, menyampaikan pandangan tersebut dalam percakapan dengan podcaster Tucker Carlson.

Namun, pernyataan mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir merupakan analisis dan spekulasi mengenai skenario konflik, bukan pengumuman kebijakan resmi pemerintah Amerika Serikat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X