Saat meninjau tanaman kakao, Mentan Amran mengapresiasi pertumbuhan bibit yang telah dikembangkan di Alor.
Ia menilai tanaman perkebunan seperti kakao, kelapa, dan jambu mete merupakan investasi jangka panjang yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun.
“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujar Amran.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga oleh keberlanjutan pendampingan dan keberhasilan tanaman hingga menghasilkan.
Kunjungan langsung ke Alor menjadi bentuk komitmen Kementerian Pertanian untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Amran menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan dari pusat, tetapi harus melihat kondisi masyarakat secara langsung.
“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan. Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” pungkas Menteri Andi Amran Sulaiman.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Alor melalui kombinasi program ketahanan pangan, penyediaan sarana produksi pertanian, serta pengembangan perkebunan bernilai ekonomi jangka panjang.
Jika seluruh program berjalan sesuai target dan mendapat pendampingan berkelanjutan, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Alor.