• Senin, 12 Oktober 2026

Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 10 Agustus 2026 | 13:58 WIB
Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot
Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot

Ia juga meminta Perum Bulog memastikan stok beras tetap tersedia dan melakukan operasi pasar apabila diperlukan.

“Beras sudah aman, sudah ada di gudang. Harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” tegasnya.

Selain memastikan ketersediaan beras, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan untuk mempercepat produksi pangan di Alor.

Dukungan tersebut mencakup benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa untuk mengoptimalkan lahan yang memiliki sumber air.

Dalam kunjungannya, Mentan Amran bahkan menambah dukungan alsintan dan pompa berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Alor.

Untuk program jangka panjang, Amran mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor.

Tiga komoditas utama yang menjadi perhatian adalah kelapa, kakao, dan jambu mete.

Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat karena memiliki nilai ekonomi dan dapat dipanen dalam jangka panjang.

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kita harus kerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Amran.

Dengan target tersebut, pemerintah berharap program pengembangan perkebunan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membuka sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Amran menegaskan, intervensi pertanian di Alor merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan berupa bibit dan biaya tanam akan diberikan pemerintah sehingga masyarakat tidak terbebani biaya awal.

“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pemerintah juga meminta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) melakukan pendampingan agar tanaman yang diberikan dapat tumbuh dan menghasilkan secara optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X