• Senin, 12 Oktober 2026

Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 10 Agustus 2026 | 13:58 WIB
Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot
Mentan Amran Datang Langsung ke Alor, Beras Diminta Rp13 Ribu dan Pertanian Digenjot

ALOR, MAHATVA.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah Amran mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat menghadiri kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Dalam kesempatan itu, Adriano menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Alor, mulai dari harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian.

Aspirasi tersebut kemudian mendorong Mentan Amran untuk turun langsung ke Alor guna melihat kondisi masyarakat sekaligus potensi pertanian di wilayah tersebut.

“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran.

Amran menilai aspirasi yang disampaikan Adriano merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat di daerah.

Menurutnya, suara mahasiswa dapat menjadi pengingat bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” tegas Amran.

Setibanya di Alor, Mentan Amran langsung meninjau sejumlah lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

Dari hasil peninjauan tersebut, Amran menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama intervensi Kementerian Pertanian di Kabupaten Alor.

Menurut Amran, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Alor.

Karena itu, Kementerian Pertanian menyiapkan strategi secara bersamaan, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jangka pendek maupun mengembangkan komoditas perkebunan sebagai sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.

“Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus. Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” ujar Amran.

Untuk kebutuhan pangan, Amran memastikan ketersediaan beras di Alor harus aman dengan harga yang terjangkau masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X