"Integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional," jelas Mukhsin.
Dengan langkah tersebut, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang mulai mempersiapkan diri memanfaatkan pasar karbon sebagai instrumen pembiayaan hijau, sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan dan ekonomi rendah emisi.