BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyusun strategi pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari implementasi ekonomi hijau dan pembangunan rendah emisi. Langkah tersebut dibahas dalam rapat antara Bupati Bogor Rudy Susmanto dan PT TUV Rheinland Indonesia di Cibinong, Senin (20/7/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan roadmap pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor, yang diharapkan mampu mengintegrasikan program penghijauan dengan peluang ekonomi melalui perdagangan karbon nasional.
Dalam paparannya, PT TUV Rheinland Indonesia menjelaskan mekanisme perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan Community Based Tree Planting Carbon Program, yakni program penanaman pohon berbasis masyarakat yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari penyerapan emisi karbon.
Program tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan penghijauan yang selama ini telah dijalankan Pemkab Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah selama ini telah menjalankan program penghijauan secara masif dan terstruktur.
Hingga saat ini, sekitar 45 ribu pohon telah ditanam di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
"Fokus kami membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon merupakan nilai tambah yang bisa dikembangkan di masa mendatang," ujar Rudy.
Menurutnya, penghijauan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Rudy meminta seluruh perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia segera menyusun kajian teknis.
Kajian tersebut meliputi inventarisasi lahan, pendataan vegetasi, penghitungan potensi penyerapan karbon, hingga penyusunan roadmap pasar karbon Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, roadmap tersebut akan menjadi pedoman dalam mengembangkan ekonomi hijau daerah secara terukur.
"Dengan roadmap yang jelas, kita ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor memiliki manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola secara berkelanjutan," tegasnya.
Perwakilan PT TUV Rheinland Indonesia, Mukhsin Safiq, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Bogor dalam proses pengukuran emisi serta penyusunan sistem perdagangan karbon sesuai standar nasional.