• Minggu, 18 Oktober 2026

Empat Orang Tewas Saat Padamkan Karhutla Bromo, Dini Rahmania Desak Evaluasi Keselamatan Petugas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:18 WIB
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II, Dini Rahmania: Ist
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II, Dini Rahmania: Ist
JAKARTA, MAHATVA.ID — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II, Dini Rahmania, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya empat orang dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dini menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan kebakaran, terutama menyangkut keselamatan petugas dan relawan yang berada di garis depan.

Menurut anggota Komisi VIII DPR RI itu, di balik tragedi tersebut terdapat keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta saat mereka menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Dorong 70 Ribu Polisi Hutan, Penanganan Karhutla Tanjung Puting Diperkuat

“Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan,” tegas Dini Rahmania dalam keterangan yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Dini menilai, penanganan bencana harus dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi. Instansi terkait, menurutnya, perlu memastikan seluruh petugas memiliki dukungan sarana, prosedur keselamatan, serta mekanisme penyelamatan darurat yang memadai.

Ia mengingatkan agar keterbatasan peralatan, lemahnya antisipasi, maupun keterlambatan penanganan tidak kembali membahayakan personel yang bertugas di lapangan.

Baca Juga: Kabut Asap Kembali Terlihat di Riau, BPBD Pastikan Tak Ada Karhutla Aktif

“Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tandas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pemulihan terbaik bagi para korban yang mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut.

Menurutnya, perlindungan terhadap petugas dan relawan harus menjadi bagian utama dalam setiap operasi penanganan bencana, termasuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Ketika Karhutla Merenggut Nyawa Bekantan, Siapa Menjaga Rumah Satwa Liar?

“Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan,” pungkas Dini.

Dua korban lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, petugas sekuriti hotel Artotel Bromo. Sefriel juga diketahui merupakan atlet panjat tebing.

Selain empat korban meninggal dunia, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka bakar dan membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga: SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X