• Minggu, 11 Oktober 2026

SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:22 WIB
SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu
SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu

MUSI RAWAS, MAHATVA.ID – SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Indonesia memastikan jalur pipa minyak 8 inci Jene–Pengabuan Kilometer 4 di wilayah Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dalam kondisi aman dan dapat dioperasikan kembali setelah terdampak kebakaran hutan dan ilalang.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan lapangan, proses pendinginan area, serta asesmen teknis terhadap keandalan jalur pipa pascakebakaran yang terjadi pada Minggu (23/8/2026).

Kegiatan pemantauan dan survei lapangan dilaksanakan pada Selasa (25/8/2026) dengan melibatkan SKK Migas Perwakilan Sumbagsel dan KKKS Medco E&P Indonesia South Sumatra Block (SSB).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk memastikan pendinginan area, melakukan asesmen terhadap keandalan pipa, serta memastikan seluruh aspek keselamatan tetap terjaga.

Dalam kegiatan tersebut, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel menurunkan Tim Pokja Umum dan Keuangan, yakni A. Rivai dan Harry Mulya F.

Sementara dari Medco E&P Indonesia SSB hadir Fachrul Fahlevi selaku Supervisor Produksi, Suhendri sebagai Field Operator, Bachori selaku Karu Security Jene, serta Tim Fire Brigade Medco SSBW.

Berdasarkan laporan kejadian, kebakaran hutan dan ilalang atau bush fire ditemukan pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 15.20 WIB.

Kebakaran terjadi di dekat jalur Right of Way atau ROW Pipeline Jene–Pengabuan Kilometer 4 di wilayah South Sumatra Block-Western Field.

Tim Security Patrol Medco E&P Indonesia yang sedang melaksanakan patroli rutin menemukan titik api di seberang area ROW jalur pipa.

Api diketahui berasal dari lahan milik warga sekitar dan kemudian merambat mendekati jalur pipa bawah tanah serta mengarah ke area konsesi PT MHP.

Jalur pipa minyak tersebut merupakan pipa berdiameter 8 inci yang tertanam di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter hingga satu meter.

Meski api sempat mendekati jalur pipa, kejadian tersebut tidak menimbulkan kebocoran, kehilangan kandungan fluida atau Loss of Primary Containment (LOPC), kerusakan aset maupun properti, serta tidak mengganggu aktivitas produksi.

Setelah titik api ditemukan, Tim Keamanan Medco segera melakukan eskalasi informasi kepada Supervisor Production, Team PAR, Lead, hingga Operations Manager.

Tim Fire Brigade bersama unit mobil pemadam kebakaran dari Jene dan PT MHP kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pelokalisiran kebakaran, serta proses pendinginan atau cooling di area sekitar jalur pipa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X