• Jumat, 9 Oktober 2026

Prabowo ke Halmahera Tengah, Resmikan 4 Proyek dan Mulai 7 Proyek Industri Baru

Photo Author
M. Chaerudin, Mahatva.id
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: BPMI Setpres

MAHATVA.ID — Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026), untuk meluncurkan program hilirisasi industri senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Agenda tersebut mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik, pengoperasian komersial empat proyek industri, serta dimulainya pembangunan tujuh proyek industri baru.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri.

“Pagi-pagi sekali, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Hilirisasi Berlanjut, Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Bukti

Menurut Teddy, terdapat 11 proyek industri yang masuk dalam agenda peluncuran di kawasan IWIP. Empat proyek akan mulai beroperasi secara komersial, sedangkan tujuh proyek lainnya memasuki tahap pembangunan.

“Presiden akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, meresmikan pengoperasian komersial empat proyek industri, serta memulai pembangunan tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP,” jelasnya.

Ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi salah satu agenda utama kunjungan Presiden ke kawasan industri IWIP.

Pengembangan industri baterai merupakan bagian penting dari rantai industri kendaraan listrik, yang membutuhkan pengolahan bahan baku dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri.

Baca Juga: Di Forum Parlemen Dunia, Puan Maharani Tekankan Demokrasi dan Keadilan

Melalui strategi hilirisasi, pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Selain mendorong aktivitas ekspor, pengembangan proyek industri juga diharapkan membuka peluang investasi dan lapangan kerja. Namun, manfaat tersebut perlu diiringi pengawasan terhadap dampak lingkungan, keselamatan kerja, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Dalam penerbangan menuju Maluku Utara, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat kabinet.

Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M. Chaerudin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X