• Rabu, 14 Oktober 2026

Bahlil Laporkan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali Dievaluasi

Photo Author
M. Chaerudin, Mahatva.id
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia

JAKARTA, MAHATVA.ID — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengenai sejumlah perkembangan strategis sektor energi nasional dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Laporan tersebut mencakup perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), evaluasi gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah, serta kondisi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Usai pertemuan, Bahlil mengatakan dirinya menyampaikan beberapa perkembangan, termasuk pembahasan RUU Migas kepada Presiden.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Sidang DEN, Bahas Stok BBM dan Kemandirian Energi Nasional

“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Bahlil kepada awak media.

Menurutnya, perbaikan diperlukan agar masyarakat memperoleh layanan listrik yang lebih baik dan andal.

“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Stok Energi Nasional Aman

Terkait gangguan listrik di Batam, Bahlil menyebut laporan awal yang diterimanya menunjukkan adanya sejumlah persoalan teknis. Di antaranya, jaringan listrik yang terdampak petir dan kendala teknis lainnya.

Meski demikian, penanganan lebih lanjut masih membutuhkan koordinasi dengan PLN sebagai pihak yang memahami kondisi teknis di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan teknis mengenai gangguan serta penanganannya di lapangan.

Baca Juga: LNG Abadi Blok Masela Resmi Dibangun, Pemerintah Utamakan Kebutuhan Energi Nasional

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kompensasi masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dan belum menjadi keputusan final yang diumumkan dalam pertemuan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M. Chaerudin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X