PALEMBANG, MAHATVA.ID – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan peralatan dan personel untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera.
Langkah tersebut dilakukan meskipun kondisi karhutla di empat provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, dilaporkan relatif terkendali.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo telah meninjau langsung penanganan karhutla di Riau dan Sumatera Selatan sekaligus memimpin rapat koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan di lapangan dapat terpenuhi.
“Hari ini, beliau melanjutkan perjalanannya ke Pulau Sumatera. Pagi ini, beliau mengunjungi Riau, Pekanbaru, dan kemudian Palembang, Sumatera Selatan. Sekali lagi, ini untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera,” kata Prasetyo di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026) sore.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo memimpin dua rapat koordinasi, masing-masing di Riau pada pagi hari dan di Palembang pada sore hari.
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan situasi kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Sumatera, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Sementara itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dari Jambi dan Lampung mengikuti rapat koordinasi secara daring.
Menurut Prasetyo, berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, kondisi karhutla di empat provinsi tersebut saat ini relatif terkendali.
Bahkan, sejumlah daerah dilaporkan sudah tidak memiliki titik api aktif. Namun demikian, kemunculan asap masih terjadi di beberapa wilayah.
Prasetyo menjelaskan, asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah tidak selalu menunjukkan adanya titik api baru.
Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan asap masih muncul meskipun titik api telah berhasil dikendalikan.
Selain itu, pemerintah juga menerima laporan mengenai munculnya asap yang berkaitan dengan keberadaan batubara di sejumlah wilayah Sumatera.
“Alhamdulillah, di Pulau Sumatera, di empat provinsi, situasinya relatif terkendali. Beberapa melaporkan tidak ada titik api, tetapi asap terus muncul, karena ini adalah lahan gambut, dan ada juga laporan asap akibat keberadaan batubara di daerah-daerah ini, terutama di Sumatera,” katanya.
Meski kondisi relatif terkendali, Presiden Prabowo tetap meminta seluruh jajaran memastikan penanganan karhutla tidak mengendur.