Namun, perjalanan pembangunan tidak cukup dinilai dari usia daerah, proyek strategis, atau pertumbuhan ekonomi. Ukuran lainnya adalah sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dan memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya.
Tiga persoalan yang dihadapi Tanimbar memperlihatkan hubungan yang erat antara pembangunan, lingkungan, dan kebudayaan.
Dalam persoalan Hutan Yamdena, masyarakat menuntut perlindungan ruang hidup dan penghormatan terhadap hak adat. Dalam pembangunan Blok Masela, masyarakat membutuhkan akses yang adil terhadap manfaat investasi sekaligus perlindungan lingkungan. Sementara dalam kebudayaan, generasi muda membutuhkan dukungan agar Badendang tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi Ois, nilai Duan Lolat dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan dibangun melalui hubungan timbal balik dan keseimbangan. Nilai tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai simbol dalam upacara adat, tetapi dapat menjadi landasan hubungan yang lebih adil antara pemerintah dan masyarakat, perusahaan dan lingkungan, serta generasi sekarang dan generasi mendatang.
Tanimbar membutuhkan pembangunan. Namun, pembangunan juga membutuhkan keberpihakan yang jelas terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian budaya.
Di hutan Yamdena, Sweri masih ditancapkan sebagai simbol penolakan adat. Di Lermatang, harapan terhadap Blok Masela berjalan beriringan dengan pertanyaan tentang siapa yang akan menikmati manfaatnya. Di desa-desa, Badendang masih berupaya mempertahankan ruang hidupnya di tengah perubahan zaman.
Di antara ketiganya, tantangan generasi muda Tanimbar bukan sekadar memilih antara tradisi dan modernitas, melainkan menemukan cara untuk berjalan bersama keduanya.
Sebab, kemajuan tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah daerah bergerak, tetapi juga dari apa yang mampu dijaga ketika perubahan berlangsung.
Artikel Terkait
Festival Budaya Teluk Saumlaki Hidupkan Warisan Leluhur dan Buka Peluang Ekonomi Kreatif Tanimbar
Kecamatan Fordata Meriahkan HUT ke-27 Tanimbar Lewat Festival Budaya Teluk Saumlaki
Festival Budaya Teluk Saumlaki, Wabup KKT: Generasi Muda Harus Selamatkan Warisan Tanimbar