• Kamis, 8 Oktober 2026

‎Festival Budaya Teluk Saumlaki, Wabup KKT: Generasi Muda Harus Selamatkan Warisan Tanimbar ‎

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 22:48 WIB
‎Festival Budaya Teluk Saumlaki, Wabup KKT: Generasi Muda Harus Selamatkan Warisan Tanimbar ‎
‎Festival Budaya Teluk Saumlaki, Wabup KKT: Generasi Muda Harus Selamatkan Warisan Tanimbar ‎

‎Saumlaki,MAHATVA.ID -Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Ratuanak, mengingatkan generasi muda agar tidak membiarkan kebudayaan Tanimbar terkikis oleh arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital.
‎
‎Menurut Ratuanak, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Nilai-nilai leluhur harus dihidupkan melalui kreativitas, pendidikan, keterlibatan generasi muda, serta aksi nyata di tengah masyarakat.
‎
‎Pesan tersebut disampaikan Ratuanak setelah terlibat sebagai salah satu juri dalam Festival Budaya Teluk Saumlaki yang digelar di Taman Kota Tugu Soekarno, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu (4/10/2026) malam.
‎
‎“Kekayaan budaya yang kita miliki hampir terkubur. Generasi muda terbukti sangat kreatif jika diberi ruang. Potensi ini harus terus digali dan dilatih agar identitas Tanimbar tidak musnah ditelan zaman,” ujar Ratuanak.
‎
‎Foruk dan Pantun Tanimbar Jadi Benteng Nilai Leluhur
‎
‎Festival Budaya Teluk Saumlaki tidak sekadar menjadi panggung hiburan. Di balik berbagai pertunjukan seni dan budaya, terdapat nilai-nilai sosial yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Tanimbar.
‎
‎Salah satunya adalah foruk, seni tutur tradisional Tanimbar yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, pantun Tanimbar juga menjadi bagian dari kekayaan ekspresi budaya yang mengandung pesan moral, tata krama, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hubungan kekerabatan.
‎
‎Menurut Ratuanak, pemahaman terhadap seni tutur dan tradisi lokal penting bagi generasi muda agar mereka tidak hanya mengenal budaya sebagai pertunjukan, tetapi memahami nilai yang terkandung di dalamnya.
‎
‎Di tengah perkembangan era digital, nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga hubungan sosial dalam masyarakat adat.
‎
‎Budaya Tumbuh dari Kreativitas Masyarakat
‎
‎Menariknya, pelaksanaan Festival Budaya Teluk Saumlaki juga memperlihatkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menghidupkan kebudayaan daerah.
‎
‎Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan kreativitas. Masyarakat dan komunitas seni justru menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat dikembangkan melalui semangat gotong royong dan swadaya.
‎
‎“Orang kreatif punya seribu satu cara mencari jalan keluar. Festival ini membuktikan bahwa masyarakat bisa bergerak sendiri saat memiliki kemauan kuat menghidupkan warisan leluhurnya,” kata Ratuanak.
‎
‎Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, partisipasi masyarakat tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas Festival Budaya Teluk Saumlaki pada masa mendatang.
‎

‎Budaya Tanimbar Didorong Tembus Panggung Internasional
‎
‎Pemerintah daerah juga mendorong agar festival budaya tidak berhenti pada kegiatan tahunan di tingkat lokal. Pengembangan jejaring kebudayaan dengan pihak luar mulai dijajaki untuk memperkenalkan seni dan tradisi Tanimbar ke tingkat yang lebih luas.
‎
‎Kerja sama kebudayaan dengan sejumlah pihak di luar negeri, termasuk Tiongkok dan negara-negara Eropa, menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.
‎
‎Langkah tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi seniman dan generasi muda Tanimbar untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus membangun diplomasi budaya.
‎
‎Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan Budaya Tanimbar
‎
‎Ratuanak menilai keberlangsungan budaya Tanimbar pada akhirnya sangat bergantung pada kemauan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan, dan mempromosikan warisan leluhur.
‎
‎Karena itu, generasi muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penonton dalam setiap festival budaya. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu membawa identitas Tanimbar ke ruang-ruang baru tanpa kehilangan akar tradisinya.
‎
‎Festival Budaya Teluk Saumlaki dengan demikian bukan hanya perayaan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa budaya merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Tanimbar.
‎
‎Ketika budaya kehilangan pewarisnya, yang terancam bukan hanya kesenian tradisional, melainkan juga nilai, sejarah, tata krama, dan identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

Terpopuler

X