MAHATVA.ID -Festival Budaya Teluk Saumlaki dengan tema “Jaga Warisan, Hidupkan Budaya, Menuju Tanimbar Maju” digelar di Taman Kota Tugu Soekarno, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu (4/10/2026) pukul 17.30 WIT.
Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali berbagai warisan budaya Tanimbar melalui seni tari, musik tradisional, sastra lisan, dan ekspresi budaya masyarakat dari 10 kecamatan menggema pada kemeriahan HUT ke 27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sejumlah kesenian tradisional yang ditampilkan dalam gelaran tersebut antara lain, Tnabar Ilaa, Dobdobol, Gambus berbalas pantun, dan Foruk. Kegiatan juga mendapat partisipasi aktif dari berbagai sanggar seni dan tari yang ada di Kepulauan Tanimbar.
Festival Budaya Teluk Saumlaki turut dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China, Djauhari Oratmangun, bersama rombongan.
Hadir pula pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pimpinan dan jajaran INPEX Masela Ltd, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, serta pengurus dan anggota Sanggar Titisonga OPJ dan BAPERA.
Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa. Dalam sambutannya, Bupati menilai Festival Budaya Teluk Saumlaki bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Tanimbar.
“Festival ini bukan sekadar panggung tontonan atau ajang hiburan musiman. Lebih dari itu, festival ini adalah gerakan kultural yang esensial,” kata Jauwerissa.
Menurutnya, budaya merupakan fondasi karakter bangsa. Karena itu, nilai-nilai budaya Tanimbar harus terus dijaga di tengah perkembangan globalisasi dan modernisasi.
Jauwerissa mengatakan masyarakat Tanimbar memiliki kekayaan nilai adat yang kuat, salah satunya tercermin melalui sistem kekerabatan Duan Lolat yang mengajarkan pentingnya saling menghormati, mengasihi, dan menopang satu sama lain.
Warisan Leluhur Tanimbar
Bupati menyebut kekuatan utama Festival Budaya Teluk Saumlaki terletak pada keberagaman warisan leluhur yang ditampilkan secara langsung kepada masyarakat.
Tari Tnabar, kata dia, mencerminkan kewibawaan dan nilai adat. Sementara Tari Dobdobol menggambarkan semangat kebersamaan dan ketangguhan masyarakat pesisir Tanimbar.
Adapun musik Gambus berbalas pantun menghadirkan pesan moral dan cerita kehidupan masyarakat, sedangkan Foruk menjadi bagian dari ekspresi spiritualitas dan kearifan leluhur.
“Semua pementasan ini bukan sekadar gerak badan dan lantunan bunyi. Tnabar, Dobdobol, Gambus, dan Foruk adalah rangkuman dari jiwa, keringat, air mata, dan doa para leluhur Tanimbar yang diwariskan,” ujarnya.