• Kamis, 8 Oktober 2026

Lapas Cibinong Kembangkan Pembinaan Kemandirian Lewat Panen Selada

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 30 September 2026 | 12:02 WIB
Lapas Cibinong Kembangkan Pembinaan Kemandirian Lewat Panen Selada
Lapas Cibinong Kembangkan Pembinaan Kemandirian Lewat Panen Selada

BOGOR, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong memanen selada hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan secara langsung dalam proses budidaya pertanian.

Hamparan selada hijau yang tumbuh di area SAE menjadi hasil dari proses pembelajaran yang dijalani Warga Binaan, mulai dari penyemaian benih hingga panen. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.

Dalam kegiatan itu, Warga Binaan terlibat dalam sejumlah tahapan budidaya, seperti penyemaian benih, pemindahan bibit, pengaturan nutrisi dan aliran air, perawatan tanaman, pemantauan pertumbuhan, hingga proses panen.

Setiap tahapan dilakukan secara rutin dan terarah. Melalui praktik tersebut, Warga Binaan mempelajari teknik pertanian tanpa tanah sekaligus memahami pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam menjalankan suatu pekerjaan.

Pemanfaatan sistem hidroponik menjadi salah satu inovasi Lapas Cibinong dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian. Metode ini memungkinkan pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus memberikan pengetahuan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cibinong mengatakan, budidaya hidroponik memiliki nilai pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan panen.

“Budidaya selada hidroponik ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang kami lakukan secara berkelanjutan. Warga Binaan belajar mulai dari penyemaian, perawatan, pemberian nutrisi hingga panen. Dalam proses tersebut, mereka juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Panen selada tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan pembinaan melalui kegiatan produktif yang dekat dengan kebutuhan dan peluang di masyarakat. Proses budidaya dari benih hingga tanaman siap panen memberikan pengalaman praktik mengenai tahapan kerja yang terencana dan berkelanjutan.

Antusiasme juga terlihat dari salah satu Warga Binaan berinisial D yang mengikuti kegiatan tersebut. Keterlibatannya sejak proses penanaman hingga panen memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan mempelajari keterampilan pertanian yang dapat diterapkan secara mandiri.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengalaman baru tentang bertani dengan sistem hidroponik. Saya belajar mulai dari menanam, merawat, mengatur nutrisi, sampai panen. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui program pertanian hidroponik, Lapas Cibinong terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Hasil panen diharapkan tidak hanya menjadi capaian budidaya, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dan persiapan Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

Terpopuler

X