BOGOR, MAHATVA.ID — Debit Sungai Kalibaru, Bogor, Jawa Barat, yang melandai akibat musim kemarau dimanfaatkan warga setempat menjadi wahana wisata bermain air. Salah satu aktivitas yang menjadi daya tarik adalah ngalun, yakni menyusuri aliran sungai atau mengapung mengikuti arus menggunakan ban karet.
Wisata air sederhana tersebut tidak hanya menarik perhatian warga sekitar. Pengunjung dari sejumlah daerah seperti Serpong, Tangerang, hingga Jakarta juga datang untuk menikmati sensasi ngalun di Sungai Kalibaru.
Wahana yang diinisiasi warga setempat itu telah berjalan sejak 2017. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, sementara mereka yang ingin menggunakan ban karet cukup membayar biaya sewa sebesar Rp5.000 untuk durasi satu jam.
Salah seorang pengunjung, Susilawati, mengaku tertarik datang karena biaya bermain di lokasi tersebut relatif terjangkau.
“Orang jauh saja datang ke sini, masa saya enggak. Murah lagi di sini, harganya terjangkau,” ujar Susilawati Selasa (21/7/2026).
Berawal dari Kampung Warna-Warni
Selain menjadi alternatif wisata murah, keberadaan wahana ngalun juga menjadi bagian dari upaya warga mengembangkan potensi lingkungan sekaligus membuka aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pengelola wisata, Nurhadi Al Attos, mengatakan, ide tersebut bermula dari konsep kampung warna-warni. Warga secara swadaya mengecat rumah-rumah di sekitar lokasi.
“Awalnya sih dengan konsep kampung warna-warni, tiap rumah kita cat, uangnya dari swadaya. Setelah itu, terpikir bagaimana supaya nantinya dapat penghasilan. Akhirnya muncul ide bikin wahana ngalun ini,” ucap Nurhadi.
Untuk masuk ke kawasan wisata, pengunjung tidak dikenakan tarif. Namun, pengelola menyediakan retribusi kebersihan yang dapat diberikan secara sukarela.
Pengelolaan wahana tersebut juga melibatkan pemuda sekitar sehingga keberadaan wisata air turut membuka ruang bagi pemberdayaan masyarakat setempat.
Sungai Kalibaru Punya Fungsi Strategis
Sungai Kalibaru atau Kali Baru Timur merupakan sungai buatan yang membentang dari Bendung Katulampa, Bogor, hingga Jakarta.
Selain dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas wisata warga saat debit air melandai, sungai tersebut memiliki fungsi utama sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir dan irigasi.
Pemanfaatan sungai sebagai wahana wisata dilakukan warga dengan memanfaatkan kondisi aliran yang lebih landai pada musim kemarau. Keberadaan wisata ngalun pun menjadi contoh bagaimana lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus potensi ekonomi lokal.