Untuk penyelenggaraan berikutnya, Ule berharap kualitas produksi film dari masing-masing kecamatan dapat semakin profesional.
Ia menilai dukungan pemerintah di tingkat kecamatan menjadi salah satu faktor penting, terutama dalam penyediaan anggaran produksi.
“Ke depannya sih harus lebih profesional lagi. Syuting beneran maksudnya. Karena dananya ada, teman-teman di kecamatan juga kadang enggak ada dana,” tuturnya.
Menurut Ule, dukungan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi seperti tata rias, kostum, maupun penyewaan perlengkapan produksi.
“Kalau dananya ada, make up ya beli, kostum ya beli, atau sewa minimal. Kalau sekarang mereka apa adanya,” katanya.
Ule mengungkapkan, dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, penyelenggaraan FFKB Series 2 2026 baru diikuti sekitar 22 kecamatan.
Karena itu, ke depan panitia berharap seluruh kecamatan dapat terlibat dalam festival tersebut.
“Karena baru 22, harusnya kan 40. Tinggal camat-camat yang belum ikut supaya ikut. Yang sudah ikut ditingkatkan, dibantu pendanaannya,” ujarnya.
Ia menilai potensi sineas muda di Kabupaten Bogor cukup besar. Karena itu, keberlanjutan festival dan dukungan dari pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi ruang bagi para sineas lokal untuk terus berkarya.
“Sineasnya bagus-bagus,” pungkas TB. Ule Sulaiman S.