• Sabtu, 10 Oktober 2026

BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Akhir 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 11 September 2026 | 01:11 WIB
BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Akhir 2026
BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Akhir 2026

JAKARTA, MAHATVA.ID – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempercepat pelaksanaan program Profiling ASN (Pro-ASN) di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2026, BKN menargetkan sebanyak 600 ribu aparatur sipil negara (ASN) mengikuti proses profiling.

Program Pro-ASN menjadi bagian dari upaya BKN membangun basis data ASN nasional yang lebih lengkap dan akurat. Data tersebut nantinya digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penerapan manajemen talenta berbasis sistem merit.

Wakil Kepala BKN Suharmen menegaskan, pencapaian target peserta tidak boleh mengorbankan kualitas proses asesmen.

Menurutnya, standar pelaksanaan profiling harus tetap dijaga, termasuk dari sisi integritas ASN yang bertugas maupun pihak yang bertanggung jawab dalam proses asesmen.

“Walaupun diberikan diskon besar-besaran, walaupun gratis, jangan sampai mengorbankan kualitas. Standarnya harus jelas, integritas ASN yang bertugas harus jelas, dan pihak yang bertanggung jawab harus menjalankan standar yang sama,” kata Suharmen dalam Koordinasi Pelaksanaan Pro-ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Suharmen menekankan, Pro-ASN bukan sekadar program untuk mengejar jumlah peserta. Profiling menjadi salah satu fondasi dalam membangun database ASN nasional yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengelolaan sumber daya manusia aparatur.

Melalui profiling, BKN ingin mendapatkan gambaran mengenai potensi, kompetensi, serta area pengembangan masing-masing ASN.

Hasil asesmen Pro-ASN nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penerapan manajemen talenta nasional.

Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebijakan kepegawaian, mulai dari pengembangan kompetensi, promosi jabatan, hingga perencanaan karier ASN.

Dengan data profiling yang lebih lengkap, pemerintah dapat melihat kekuatan dan area yang masih perlu dikembangkan dari setiap ASN. Hal ini diharapkan membuat kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur menjadi lebih tepat sasaran.

“Jangan sampai wilayahnya kencang mengajukan manajemen talenta, namun tidak ada data ASN yang terprofil dengan baik,” ujar Suharmen.

Untuk mengejar target 600 ribu ASN hingga akhir 2026, BKN meminta seluruh kantor regional dan unit pelaksana teknis (UPT) memanfaatkan kuota profiling yang telah diberikan secara optimal.

Setiap kantor regional diminta menyusun strategi konkret untuk mencapai target tersebut, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala pelaksanaan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas unit.

BKN juga membahas sejumlah aspek teknis dalam persiapan pelaksanaan Pro-ASN, seperti kesiapan sarana dan prasarana, dukungan anggaran, jadwal pelaksanaan, hingga fasilitas Computer Assisted Test (CAT) yang digunakan dalam proses profiling.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X