• Sabtu, 10 Oktober 2026

Sempat Ditutup karena Kebakaran, Pembuangan Sampah ke TPA Galuga Kembali Dibuka

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 9 September 2026 | 12:04 WIB
Sempat Ditutup karena Kebakaran, Pembuangan Sampah ke TPA Galuga Kembali Dibuka
Sempat Ditutup karena Kebakaran, Pembuangan Sampah ke TPA Galuga Kembali Dibuka

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali membuka pelayanan pembuangan sampah ke TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, setelah sebelumnya dihentikan sementara untuk memprioritaskan penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pelayanan pembuangan sampah kembali dibuka dengan pengaturan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun sampah di kawasan TPA.

“Dibukalah dan diatur secara baik proses pembuangan agar tidak terjadi penumpukan-penumpukan,” ujar Teuku Mulya.

Menurutnya, penghentian sementara pelayanan pada hari sebelumnya dilakukan karena petugas harus fokus pada upaya penyelamatan, pemadaman, pelokalisiran, hingga pendinginan titik api di kawasan Galuga.

“Kemarin dihentikan pelayanan karena kita fokus pada mekanisme penyelamatan atau pemadaman api dan lokalisir api yang ada di Galuga,” katanya.

Teuku menjelaskan, keputusan menghentikan sementara pembuangan sampah berkaitan dengan kondisi akses menuju kawasan Galuga yang terbatas.

Apabila pelayanan tetap dibuka secara normal ketika proses pemadaman berlangsung, kepadatan kendaraan pengangkut sampah dikhawatirkan mengganggu mobilitas petugas dan kendaraan pemadam kebakaran.

“Kenapa kita lakukan itu, karena kalau terjadi kepadatan maka pendahuluan keselamatan tidak terjadi karena ada layanan persampahan. Oleh karena itu kita stop sementara pembuangan sampah pada hari itu untuk fokus pada sebuah penyelamatan, pemadaman serta pendinginan api,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jalan dan akses di kawasan Galuga membuat pengaturan lalu lintas kendaraan menjadi penting selama proses penanganan kebakaran.

“Karena kan jalan ataupun akses di Galuga itu terbatas, sehingga tidak bisa fokus kalau semuanya dibuka pelayanan,” ujar Teuku.

Terkait penghentian pelayanan sebelumnya, Teuku menjelaskan kondisi kendaraan pengangkut sampah tidak seluruhnya diarahkan ke satu lokasi atau Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Sebagian kendaraan yang sudah dalam perjalanan memilih berhenti sementara dan menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali melakukan pembuangan. Sementara kendaraan lainnya menghentikan aktivitas pengangkutan sementara.

“Untuk yang kemarin itu ada yang menyetop, ada yang sudah berjalan itu sementara diendapkan di mobilnya masing-masing. Yang stop juga ada, jadi stop tidak sama sekali melakukan pengangkutan,” katanya.

Menurut Teuku, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak seluruh truk pengangkut sampah mengalami penumpukan di satu lokasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X