• Sabtu, 10 Oktober 2026

Nakes Dipuji, Fasilitas Dipertanyakan: Seruan Pembenahan RSUD dr. PP. Magretti untuk Keselamatan Ibu dan Bayi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 5 September 2026 | 14:35 WIB
Nakes Dipuji, Fasilitas Dipertanyakan: Seruan Pembenahan RSUD dr. PP. Magretti untuk Keselamatan Ibu dan Bayi
Nakes Dipuji, Fasilitas Dipertanyakan: Seruan Pembenahan RSUD dr. PP. Magretti untuk Keselamatan Ibu dan Bayi

MAHATVA.ID -Dedikasi tenaga kesehatan di ruang kebidanan RSUD dr. PP. Magretti Saumlaki mendapat apresiasi, tetapi keterbatasan fasilitas dan peralatan medis di ruang tersebut justru memantik keprihatinan terhadap keselamatan ibu dan bayi.

Kondisi itu disampaikan Yusak Weriratan setelah menyaksikan langsung pelayanan di ruang kebidanan ketika mendampingi buah hatinya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Weriratan, pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Barkei Saumlaki yang menaungi STTIMASS dan SMAKSS, mengaku terkesan dengan dedikasi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien.

Menurut dia, Kepala Ruangan Kebidanan bersama jajaran tenaga kesehatan menunjukkan responsivitas, kesabaran, dan keramahan dalam menangani pasien.

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya. Kinerja Kepala Ruangan Kebidanan dan para nakes di RSUD dr. PP. Magretti sangat luar biasa. Inilah pelayanan tulus yang selama ini dicari-cari oleh rakyat!” kata Weriratan.

Namun, apresiasi tersebut sekaligus membuka persoalan lain yang menurut Weriratan perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah: kondisi fasilitas dan ketersediaan peralatan medis di ruang kebidanan.

Ia menilai dedikasi tenaga kesehatan harus ditopang sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan terhadap ibu dan bayi dapat berlangsung secara optimal.

Weriratan karena itu mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD, memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan fasilitas di ruang perawatan tersebut.

“Pak Bupati, Ibu Wakil, Anggota DPRD Kepulauan Tanimbar, dapat memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah nyata untuk membenahi kekurangan fasilitas di ruang perawatan tersebut. Ingat, kesehatan itu soal nyawa manusia! Lengkapi semua peralatan yang dibutuhkan!” Pintahnya.

Menurut Weriratan, persoalan fasilitas kesehatan tidak semestinya dipandang sebagai sekadar kebutuhan administratif atau pengadaan barang, karena pelayanan kebidanan berkaitan langsung dengan keselamatan ibu dan bayi.

Ia juga mengingatkan agar tenaga kesehatan tidak dibiarkan menghadapi keterbatasan fasilitas ketika menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Sangat ironis dan berdosa jika tenaga-tenaga hebat ini harus terhambat menyelamatkan nyawa hanya karena alat yang tidak ada!” ujarnya.

Weriratan menekankan, penghargaan terhadap tenaga kesehatan tidak cukup diberikan melalui pujian. Menurut dia, apresiasi harus diwujudkan dalam dukungan nyata berupa fasilitas dan peralatan yang sesuai kebutuhan pelayanan.

“Jangan biarkan nakes kita berjuang sendirian tanpa dukungan fasilitas. Mari kita benahi bersama sekarang juga, sebelum terlambat,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X