Menurut Donny, belajar pada usia matang justru memberikan pengalaman yang berbeda.
Teori yang diperoleh di ruang kuliah dapat dibandingkan secara langsung dengan pengalaman nyata yang telah ia jalani selama bertahun-tahun dalam mengelola bisnis.
Pengalaman praktik dan teori akademik kemudian saling melengkapi.
Perjalanan akademiknya kini juga memasuki babak baru. Selain menjalani pendidikan doktoral, Donny tengah menjalani proses untuk memperoleh posisi Professor di bidang hospitality dan tourism pada sebuah perguruan tinggi terkenal di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia berharap pengalaman panjangnya dalam pengembangan dan pengelolaan hotel dapat dibagikan kepada mahasiswa serta dikembangkan melalui penelitian akademik.
“Hospitality adalah pekerjaan saya. Kalau pengalaman tersebut bisa dibawa ke kampus dan didiskusikan dengan mahasiswa, tentu sangat menyenangkan. Belajar tidak mengenal umur,” katanya.
Di luar aktivitas bisnis dan pendidikan, Donny tetap aktif di berbagai komunitas otomotif.
Ia pernah memimpin Mercedes-Benz SL Club Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai Presiden FreeFlow Indonesia dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MBBI Sportscar Owners.
Bagi Donny, supercar adalah reward atas perjalanan panjang sekaligus cara untuk menikmati hidup dan melepas stres.
Namun, ia menegaskan hobi tidak boleh mengambil alih prioritas utama.
“Supercar bagi saya adalah reward sekaligus pelepas stres. Tetapi jangan sampai kita diperbudak hobi. Bisnis dan keluarga tetap prioritas,” ujarnya.
Menurut Donny, masyarakat sering kali hanya melihat hasil akhir.
Orang melihat Ferrari atau Lamborghini di garasi, deretan gelar akademik, serta posisi sebagai pemimpin perusahaan.
Namun, tidak semua orang melihat perjalanan panjang di baliknya.
Tidak banyak yang melihat angkot yang dahulu ia gunakan untuk bepergian, nilai kuliah yang pas-pasan, puluhan lamaran pekerjaan, hingga perjalanan panjang sebagai seorang sales sebelum akhirnya membangun karier dan usaha sendiri.