• Sabtu, 10 Oktober 2026

Vocoda AI Diluncurkan di Unpar, Buka Peluang Kerja bagi Difabel Rungu Wicara

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 3 September 2026 | 15:12 WIB
Vocoda AI Diluncurkan di Unpar, Buka Peluang Kerja bagi Difabel Rungu Wicara
Vocoda AI Diluncurkan di Unpar, Buka Peluang Kerja bagi Difabel Rungu Wicara

Salah satu fungsi yang diunggulkan adalah membantu penyandang difabel menyusun kalimat dengan struktur bahasa yang lebih baik.

“AI membantu mereka menyusun kalimat dengan pola subjek, predikat, objek, dan keterangan yang lebih tepat. Ini penting karena sebagian besar penyandang rungu wicara tidak terbiasa mendengar susunan kalimat secara utuh,” ujarnya.

Sementara itu, penasihat Vocoda AI Indonesia, John de Jong, diaspora Indonesia yang menetap di Belanda sejak 1966, mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan aplikasi tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap terbatasnya kesempatan kerja bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

John kemudian menjalin komunikasi dengan pengembang aplikasi di Belanda dan menggagas proyek percontohan bersama Dinas Sosial Jawa Barat.

“Kami memilih pendekatan dari bawah atau bottom-up melalui proyek nyata. Kami melatih enam penyandang tunarungu menggunakan aplikasi ini dan membekali mereka keterampilan sebagai barista agar lebih cepat mendapatkan kesempatan kerja,” katanya.

Menurut John, pengembangan Vocoda AI didorong oleh semangat sosial dan tidak berorientasi komersial. Pendanaan awal proyek tersebut berasal dari kontribusi pribadi tim yang terlibat.

Secara teknis, Vocoda AI memiliki kemampuan menerjemahkan suara menjadi teks dan teks menjadi suara.

Fitur tersebut memungkinkan komunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat umum berlangsung secara lebih mudah.

“Ketika pelanggan berbicara, aplikasi akan mengubah suara menjadi tulisan yang dapat dibaca oleh penyandang tunarungu. Sebaliknya, tulisan yang mereka buat dapat diterjemahkan menjadi suara. Di situlah manfaat utamanya,” jelas John.

Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi hambatan komunikasi yang selama ini dihadapi penyandang difabel rungu wicara dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Peluncuran Vocoda AI di Unpar menjadi langkah awal pengenalan teknologi tersebut di Jawa Barat sekaligus bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih inklusif bagi penyandang difabel.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku teknologi, koperasi, dan komunitas difabel menunjukkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan tidak hanya berbicara mengenai kemajuan teknologi.

Lebih dari itu, teknologi dapat diarahkan untuk menghadirkan kesetaraan kesempatan dan memperkuat martabat setiap manusia.

Vocoda AI diharapkan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyandang difabel rungu wicara, sehingga manfaatnya dapat diperluas dalam bidang komunikasi, pendidikan, pelayanan publik hingga kesempatan kerja.

Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar alat untuk mempermudah komunikasi. Teknologi juga dapat menjadi jembatan agar mereka yang selama ini menghadapi hambatan komunikasi dapat berdiri lebih mandiri, berkarya dengan percaya diri, dan hadir secara setara di tengah masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X