BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor sebagai wadah utama dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Bogor.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat mewakili Bupati Bogor dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX KADIN Kabupaten Bogor yang digelar di Cibinong, Rabu (2/9/2026).
Ajat mengatakan, KADIN Kabupaten Bogor diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, Muskab IX KADIN Kabupaten Bogor menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah program kerja untuk periode 2026–2031.
“Pemkab Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus KADIN periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Kami juga siap terus membangun komunikasi dan sinergi yang erat dengan kepengurusan KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031,” ujar Ajat.
Ajat menilai keberadaan KADIN memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah, kata Ajat, membutuhkan masukan dari dunia usaha agar berbagai kebijakan pembangunan dapat disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Karena itu, kepengurusan KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031 diharapkan mampu melanjutkan komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dengan Pemkab Bogor.
Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengingatkan seluruh calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor agar mengedepankan persatuan dan menghindari ego pribadi selama proses kontestasi berlangsung.
Menurut Almer, dinamika pemilihan merupakan bagian dari proses organisasi. Namun, persaingan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan dan persatuan di antara para pelaku usaha.
Ia berharap siapapun yang nantinya terpilih mampu melanjutkan program kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Bogor dan seluruh pemangku kepentingan dunia usaha.
Almer juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Muskab IX KADIN Kabupaten Bogor.
Para calon, kata dia, telah menyepakati untuk mengikuti proses pemilihan secara profesional dan fair serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.