Berbagai bantuan tersebut meliputi bahan kebutuhan pokok, perlengkapan pribadi, kasur, perlengkapan bayi, sarana kesehatan hingga mainan anak-anak.
“Kita mengirimkan bantuan berupa boneka. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Bogor yang memproduksi boneka. Kebetulan di NTT juga membutuhkan bantuan berupa mainan anak-anak untuk membantu menghilangkan trauma pada anak-anak yang terdampak bencana,” ungkap Rudy.
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi diharapkan dapat membantu anak-anak korban bencana untuk mengurangi trauma dan kembali mendapatkan suasana keceriaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan bahwa bantuan Gerakan Kabupaten Bogor Peduli merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 300/675 tanggal 18 Agustus 2026.
Surat edaran tersebut mengimbau perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada korban bencana.
Berdasarkan rekapitulasi donasi yang terkumpul, bantuan uang tunai sebesar Rp500 juta akan dibawa oleh tim Kabupaten Bogor dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak di lokasi bencana.
Selain bantuan uang, berbagai bantuan logistik juga telah dikumpulkan, di antaranya beras, pasta gigi, sikat gigi, sabun, popok, kasur sebanyak 75 buah, boneka anak-anak serta berbagai kebutuhan lainnya.
“Bantuan yang terkumpul berupa makanan, kebutuhan pribadi seperti popok dan perlengkapan lainnya, serta logistik seperti kasur dan kebutuhan lainnya,” kata Ade.
Untuk proses pengiriman, dua kendaraan truk BPBD Kabupaten Bogor membawa bantuan logistik menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Bantuan tersebut selanjutnya akan diangkut menggunakan pesawat Hercules yang disiapkan oleh BNPB menuju wilayah NTT.
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, menambahkan donasi terbesar berasal dari masyarakat Kabupaten Bogor.
Selain itu, bantuan juga didukung oleh sejumlah perangkat daerah, kecamatan, organisasi dan berbagai stakeholder lainnya.
“Donasi ini murni berasal dari masyarakat Kabupaten Bogor sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Indra.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, PMI bersama BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan perwakilan media juga memberangkatkan tim ke NTT.
Tim tersebut berjumlah tujuh orang, terdiri dari dua personel BPBD, dua PMI, dua Dinas Sosial dan satu orang perwakilan media.