Dalam menjalankan program pembinaan olahraga pelajar, Bapopsi Kabupaten Bogor juga akan meningkatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga.
Kerja sama akan diperkuat dengan cabang olahraga di bawah KONI Kabupaten Bogor maupun lembaga pembinaan olahraga lainnya, termasuk PPOPM.
“Bapopsi juga akan meningkatkan sinergitas dengan cabor-cabor di KONI ataupun yang ada di PPOPM,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Bapopsi Kabupaten Bogor juga akan membangun sinergi dengan Sekolah Olahraga Disabilitas (SOD) dan NPCI Kabupaten Bogor dalam pembinaan atlet pelajar istimewa.
Menurut Aep, pengembangan olahraga pelajar harus dilakukan secara inklusif agar setiap pelajar yang memiliki potensi olahraga mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
“Selain ada Popda dan Popnas, untuk ranah pelajar juga ada Peparpeda dan Peparpenas. Hal inilah yang akan menjadi fokus Bapopsi dalam menggali potensi atlet pelajar di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Melalui peningkatan kompetisi, optimalisasi pemandu bakat, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai organisasi olahraga, Bapopsi Kabupaten Bogor berharap semakin banyak potensi atlet pelajar dari 40 kecamatan yang dapat terdeteksi dan dibina secara berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet Kabupaten Bogor sekaligus melahirkan atlet pelajar berprestasi yang mampu bersaing pada ajang Popda, Popnas, Peparpeda, Peparpenas, hingga kompetisi olahraga pada tingkat yang lebih tinggi.