• Sabtu, 10 Oktober 2026

Menuju Indonesia Emas 2045, Bappenas Targetkan Indeks Modal Manusia Naik ke 0,73

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 1 September 2026 | 06:51 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, Bappenas Targetkan Indeks Modal Manusia Naik ke 0,73
Menuju Indonesia Emas 2045, Bappenas Targetkan Indeks Modal Manusia Naik ke 0,73

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi meluncurkan Angka Indeks Modal Manusia (IMM) 2025 beserta Buku Pedoman Penghitungan IMM 2025.

Indeks baru tersebut resmi diadopsi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan menjadi salah satu instrumen utama dalam mengukur pembangunan nasional, dengan fokus pada potensi produktivitas manusia Indonesia di masa depan.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan pembangunan manusia merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.

“Pembangunan manusia merupakan fondasi untuk membangun Indonesia sehat. Karena itu kita tidak hanya memerlukan ukuran yang menggambarkan capaian pembangunan, tetapi juga ukuran yang dapat memberikan potensi produktivitas manusia di masa depan,” ujar Pungkas dalam acara peluncuran di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan hasil pengukuran perdana, angka baseline Indeks Modal Manusia Indonesia 2025 tercatat sebesar 0,562.

Angka tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir saat ini, ketika dewasa dan memasuki dunia kerja, diperkirakan baru dapat mengembangkan sekitar 56 persen dari potensi produktivitas maksimalnya.

Pungkas mengatakan hasil pengukuran tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk terus memperkuat investasi pada pembangunan manusia.

“Ini menggambarkan bahwa masih banyak potensi yang perlu dikembangkan. Ada sekitar hampir 44 persen yang belum dimanfaatkan,” kata Pungkas.

Pemerintah menargetkan IMM Indonesia dapat meningkat hingga mencapai 0,73 pada 2045 sebagai bagian dari upaya menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Target tersebut merepresentasikan rata-rata nilai indeks modal manusia yang saat ini telah dicapai oleh negara-negara maju.

Pungkas menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Indeks Modal Manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam metode serta fokus pengukurannya.

Jika sebelumnya IPM lebih banyak menggambarkan capaian pembangunan melalui berbagai indikator cakupan, IMM memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas manusia yang dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan gizi.

Dalam sektor pendidikan, misalnya, pengukuran tidak hanya melihat tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan, tetapi juga memperhatikan kualitas pembelajaran yang diperoleh.

“Kalau sekarang misalnya sudah mengukur prevalensi sekaligus nilai kualitas pembelajaran. Sehingga pendidikan tidak hanya dinilai dari cakupan, tapi juga kualitas pembelajaran,” ungkap Pungkas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X