Menurut Kades Gonon, pawai dongdang memiliki makna yang lebih dari sekadar hiburan atau perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Desa Klapanunggal untuk menjaga budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Pawai dongdang bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari budaya yang harus kita rawat. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak dan generasi muda mengenal adat serta budaya lokal yang dimiliki masyarakat Klapanunggal,” jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Klapanunggal Culture Celebration dan peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kekompakan masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga RW.
“Harapan kami, seluruh masyarakat bisa terus guyub, kompak dan bersatu. Kita rayakan kemerdekaan bersama-sama tanpa membeda-bedakan. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Klapanunggal Culture Celebration,” pungkasnya.
Kegiatan santunan terhadap 332 anak yatim tersebut menjadi pembuka rangkaian KECE 2026 yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan kemerdekaan, tetapi juga menonjolkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal.
Melalui semangat tersebut, Pemerintah Desa Klapanunggal berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan gotong royong masyarakat.