• Minggu, 11 Oktober 2026

Honda Dunk, Skutik Mungil Jepang yang Cuma Minum 2 Liter Bensin untuk 150 Km

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:02 WIB
Honda Dunk, Skutik Mungil Jepang yang Cuma Minum 2 Liter Bensin untuk 150 Km
Honda Dunk, Skutik Mungil Jepang yang Cuma Minum 2 Liter Bensin untuk 150 Km

Menurut laporan Greatbiker, skutik 50 cc tersebut mampu mencapai konsumsi bahan bakar sekitar 75,3 km/liter.

Dengan asumsi konsumsi tersebut dapat dicapai dalam kondisi berkendara yang sesuai, perjalanan sejauh 150 kilometer membutuhkan sekitar dua liter bensin.

Meski demikian, angka konsumsi bahan bakar tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Dalam penggunaan sehari-hari, efisiensi dapat berubah tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, kecepatan, rute, kondisi kendaraan, hingga bobot pengendara.

Fitur Cukup Lengkap untuk Skutik Mungil

Walaupun berstatus motor mungil, Honda Dunk tidak hadir dengan fitur yang terlalu sederhana.

Skutik tersebut telah dibekali pencahayaan full LED, panel instrumen semi-digital, serta soket pengisian daya untuk perangkat elektronik.

Honda juga membekalinya dengan Idling Stop System yang membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar ketika kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu.

Bagasi di bawah jok juga diklaim cukup luas untuk ukuran skutik 50 cc.

Harga Rp25 Jutaan di Jepang

Honda Dunk dipasarkan dalam beberapa pilihan warna, di antaranya hitam, abu-abu, dan biru.

Di Jepang, skutik tersebut dibanderol 229.900 yen, atau sekitar Rp25 jutaan jika dikonversikan ke rupiah.

Namun, Honda Dunk saat ini masih menjadi produk yang dipasarkan untuk pasar Jepang. Belum ada informasi mengenai rencana Honda membawa skutik 50 cc tersebut ke Indonesia.

Jika nantinya hadir di pasar Indonesia, kombinasi mesin kecil, dimensi kompak, fitur modern, dan konsumsi BBM yang sangat irit tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas perkotaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X