• Minggu, 11 Oktober 2026

Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 Hidupkan Cerita Rakyat Jawa Barat di Kabupaten Bogor

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:11 WIB
Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 Hidupkan Cerita Rakyat Jawa Barat di Kabupaten Bogor
Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 Hidupkan Cerita Rakyat Jawa Barat di Kabupaten Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Upaya melestarikan cerita rakyat dan tradisi lisan terus mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satunya melalui Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor pada 22–23 Agustus 2026.

Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, festival yang digagas PT Navaswara Bhuwana Kencana tersebut hadir di Jawa Barat setelah sebelumnya dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Tahun ini, Suara Nusantara mengangkat tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan.” Tema tersebut menjadi upaya untuk mendekatkan kembali cerita rakyat dan kekayaan tradisi lisan kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif.

Penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Dukungan pemerintah diharapkan semakin memperluas ruang kreatif berbasis budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, mengapresiasi pelaksanaan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan budaya baca dan literasi sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah penggunaan bahasa Sunda dalam cerita rakyat yang dibawakan para peserta.

“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Oleh karena itu, tentu kami sangat mengharapkan kegiatan yang diinisiasi oleh Kak Cahaya dapat terus ditingkatkan,” ujar Hafidz.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah membutuhkan ruang aktualisasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Festival mendongeng menjadi salah satu sarana untuk membuat bahasa dan cerita daerah tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dukungan juga disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman. Ia menilai storytelling atau mendongeng bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi dapat menjadi sarana membangun karakter anak sekaligus melatih kemampuan yang dibutuhkan generasi masa depan.

Herman menyebut setidaknya terdapat empat kompetensi penting yang dapat dikembangkan melalui kegiatan tersebut, yakni critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

“Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita,” ujar Herman.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi untuk menyelesaikan persoalan serta mencapai tujuan bersama.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai salah satu ruang pengembangan potensi generasi muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X