JAKARTA, MAHATVA.ID – Pemerintah Singapura menyiapkan sederet kebijakan baru untuk membantu pasangan menikah mendapatkan rumah sekaligus mendorong keluarga memiliki lebih banyak anak.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan tersebut dalam pidato tahunannya pada Minggu (23/8). Salah satu langkah yang disiapkan adalah menaikkan batas penghasilan untuk mengakses perumahan publik bersubsidi.
Wong mengatakan perubahan pola usia pernikahan membuat banyak warga Singapura memasuki jenjang pernikahan ketika karier mereka sudah lebih mapan dan pendapatan lebih tinggi.
“Sekarang warga Singapura menikah di usia yang lebih tua. Pada saat mereka menikah, banyak yang sudah lebih mapan dalam karier dan berpenghasilan lebih tinggi,” kata Wong, dikutip dari laman resmi Perdana Menteri Singapura.
Kondisi tersebut membuat sebagian pasangan muda justru memiliki pendapatan yang melampaui batas untuk mendapatkan rumah bersubsidi.
Karena itu, pemerintah Singapura akan memperlebar akses tersebut.
“Kami ingin memastikan sebagian besar pasangan di Singapura bisa terus memiliki akses ke perumahan publik bersubsidi,” ujar Wong.
Batas Penghasilan Rumah Subsidi Dinaikkan
Pemerintah Singapura akan menaikkan batas pendapatan rumah tangga untuk mengakses sejumlah skema perumahan.
Untuk flat BTO yang mendapatkan subsidi pemerintah, batas penghasilan akan naik dari 14.000 dolar Singapura menjadi 16.000 dolar Singapura per bulan.
Sementara untuk Executive Condominium (EC), batas pendapatan dinaikkan dari 16.000 dolar Singapura menjadi 18.000 dolar Singapura.
Kebijakan ini diharapkan membuat lebih banyak pasangan tetap memiliki kesempatan memperoleh hunian yang terjangkau meski pendapatan mereka meningkat setelah memasuki dunia kerja.
Punya Anak, Kesempatan Dapat Rumah Makin Besar
Tak hanya soal pendapatan, pemerintah Singapura juga memberikan insentif bagi keluarga yang baru memiliki atau sedang menantikan kelahiran anak.
Wong mengatakan keluarga yang pertama kali mengajukan permohonan flat baru akan mendapatkan satu kesempatan undian tambahan untuk setiap anak yang mereka miliki atau sedang mereka nantikan.
Artinya, semakin banyak anak yang dimiliki, semakin banyak pula kesempatan undian yang diperoleh.