DENPASAR, MAHATVA.ID – Pemerintah Provinsi Bali memastikan Pulau Dewata tetap aman dan nyaman bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, di tengah adanya peringatan kesehatan dari Amerika Serikat terkait risiko virus Zika.
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, mengimbau wisatawan tidak perlu khawatir atau membatalkan rencana perjalanan ke Bali. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi kesehatan dan keamanan wisatawan tetap terjaga.
“Saya berharap wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali. Bali merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk berlibur,” kata Sumarajaya, Minggu (23/8).
Menurut Sumarajaya, Dinas Pariwisata Bali terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali terkait perkembangan situasi kesehatan, khususnya mengenai virus Zika.
Berdasarkan informasi dari otoritas kesehatan setempat, belum terdapat kasus infeksi virus Zika di Bali hingga saat ini. Tidak ada pula laporan kasus Zika yang ditemukan di wilayah Pulau Dewata.
Meski belum ditemukan kasus Zika, Pemerintah Provinsi Bali tetap mengingatkan wisatawan dan pelaku industri pariwisata agar menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Sebagai daerah beriklim tropis, kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tetap diperlukan. Pencegahan tersebut pada dasarnya serupa dengan langkah perlindungan terhadap demam berdarah dengue (DBD).
“Sebagai negara tropis, upaya pencegahan penting seperti pada DBD. Wisatawan tetap perlu waspada dan menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya.
Sumarajaya juga meminta pelaku usaha pariwisata terus menjaga kualitas pelayanan, termasuk aspek kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan.
Menurutnya, menjaga standar kebersihan lingkungan menjadi bagian penting untuk memastikan wisatawan tetap merasa aman selama berada di Bali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, turut memastikan belum ditemukan kasus Zika di Bali.
Ia menjelaskan bahwa langkah pencegahan Zika dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pencegahan DBD, terutama dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes.
Menurutnya, penerapan langkah perlindungan tersebut dinilai memadai untuk membantu mengurangi risiko penularan.
Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerbitkan Level 2 Travel Health Notice untuk Indonesia, khususnya Bali, pada 7 Agustus 2026.