BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong pemerataan pembangunan melalui pengembangan pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan pengembangan pusat ekonomi baru tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memperkuat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengembangan pusat ekonomi baru di Bogor Barat dan Bogor Timur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” kata Ajat.
Menurut Ajat, aktivitas ekonomi selama ini masih cukup terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Karena itu, Pemkab Bogor ingin mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah.
Pengembangan kawasan tersebut, kata Ajat, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Prinsipnya bukan sekadar membangun kawasan baru, tetapi bagaimana menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan nilai tambah potensi lokal,” ujarnya.
Dengan adanya pusat-pusat ekonomi baru, masyarakat di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha serta memperoleh lapangan pekerjaan tanpa harus bergantung pada pusat-pusat ekonomi yang telah berkembang sebelumnya.
Ajat menegaskan, pengembangan pusat ekonomi baru harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Pemerintah daerah memastikan setiap rencana pembangunan tetap memperhatikan tata ruang, daya dukung lingkungan, serta kesiapan infrastruktur.
“Seluruh pengembangan tentunya tetap harus mengacu pada RTRW, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta kesiapan infrastrukturnya,” katanya.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan ekonomi baru. Pengembangan jaringan jalan, transportasi, fasilitas publik, hingga sarana pendukung kegiatan ekonomi harus direncanakan secara terpadu.
Hal tersebut diperlukan agar pertumbuhan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru, seperti kemacetan, tekanan terhadap lingkungan, maupun ketimpangan pembangunan.
Pemkab Bogor berharap pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru dapat membantu memperpendek kesenjangan antarwilayah.
Selain membuka peluang investasi, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing.