BOGOR, MAHATVA.ID – Nuansa religius dan kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Lailatul Ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gunung Putri yang digelar di Masjid Baitussalam, Vila 05, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah antara ulama, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga.
Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra, S.H., M.M. turut hadir bersama jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Udin Saputra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lailatul Ijtima MWC NU Kecamatan Gunung Putri. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat hadir dan bersilaturahmi bersama para ulama, tokoh masyarakat, serta warga dalam Lailatul Ijtima ini. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum untuk terus mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar H. Udin Saputra.
H. Udin menilai pembangunan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur. Menurutnya, penguatan nilai agama, persatuan, dan kepedulian antarsesama juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Ciangsana untuk terus menjaga tradisi silaturahmi dan kegiatan keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
“Kebersamaan ini harus terus kita rawat. Mari kita perkuat ukhuwah, saling menghargai, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, religius, serta penuh keberkahan,” katanya.
Pelaksanaan Lailatul Ijtima berlangsung dalam suasana khidmat. Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, tausiyah, serta silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Pemerintah Desa Ciangsana, ulama, tokoh masyarakat, dan warga dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan agar tetap berjalan harmonis.
H. Udin Saputra berharap kegiatan Lailatul Ijtima maupun kegiatan keagamaan lainnya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Semoga setiap langkah dan ikhtiar kita dalam menjaga silaturahmi serta kegiatan keagamaan mendapat ridha Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Desa Ciangsana dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat ukhuwah, silaturahmi, dan kebersamaan, Lailatul Ijtima MWC NU Kecamatan Gunung Putri di Desa Ciangsana menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya iman, persaudaraan, kepedulian, serta kebersamaan masyarakat.